Tak Ada Takbiran Keliling Idul Adha Tahun ini

BANGKALAN – Sejumlah Desa di Kabupaten Bangkalan tampak sepi setelah pemerintah mengeluarkan aturan atau ketentuan malam takbiran dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 selama perayaan Idul Adha 1442 Hijriah.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Ttahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Kurban.

Tradisi takbiran keliling pada momentum Idul Adha yang diikuti anak-anak di Desa tak lagi terdengar.

Suara gema takbir dan bunyi kentongan bersama gemerlap obor tak lagi menghiasi suasana takbiran Idul Adha tahun.

Respon masyarakat terhadap PPKM Darurat ini sangat beragam dan tak dapat pungkiri banyak yang menolak dan menentangnya.

“Ini cuma akal-akalan pemerintah saja, agar kita jauh dari masjid,” ungkap Faris bukan nama sebenarnya, bercerita kepada Kanalberita.co Selasa, 20 Juli 2021.

Faris merupakan warga Desa Deleman, Kecamatan Galis ini bercerita banyak tentang masa-masa sulit yang dihadapi dalam dua tahun terakhir setelah virus Corona itu melanda Indonesia.

Terlebih lagi, selama dua tahun ini Indonesia belum berdamai dengan Covid, meskipun sejumlah kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Kondisinya sama dengan tahun lalu, kita yang terbiasa melakukan takbir keliling yang melibatkan anak-anak terpaksa harus ditiadakan,” jelas dia dengan nada kesal.

Ia tak berhenti ngoceh bahwa virus Corona yang muncul dari Wuhan China itu adalah konspirasi, dan seringkali dibicarakan orang-orang di warung kopi.

Pemkab Lakukan Pemantauan pada Malam Idul Adha

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama sejumlah aparat melakukan terhadap pemantauan situasi.

Hal itu terlihat dari aku Instagram @pemkabbangkalanprokopim, dimana dalam postingan itu wakil Gubernur Jawa Timur bersama Wakapolda Jawa Timur dalam pemantauan PPKM Darurat.

Bupati mengatakan sejak awal Pemkab telah mengetatkan mobilitas masyarakat terutama di malam takbiran. Termasuk melakukan patroli ke sejumlah titik untuk memastikan situasi terkendali.

“Kita harap masyarakat di rumah, takbiran di rumah, tidak keluar, tidak keliling dan alhamdulillah mereka patuh,” ungkapnya.

Selain itu, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban juga dilarang melibatkan banyak orang. Meskipun tidak ada batasan minimal petugas terlibat dalam penyembelihan, namun ditekankan untuk tidak melibatkan banyak orang untuk menghindari kerumunan.

“Penyembelihan hewan kurban sebisa mungkin dilakukan di RPH (rumah pemotongan hewan). Kalau tidak memungkinkan jangan sampai berkerumun dan tetap mematuhi prokes,” kata Bupati Bangkalan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here