DPR Harap KAI Utamakan Keselamatan, Meski Sedang Merugi

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Elly Rachmat Yasin, merespon meruginya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang mencapai Rp. 303 miliar pada awal 2021. Dia mengatakan PT KAI mengalami kerugian dengan total mecapai Rp. 2,51 Triliun selama pandemi covid-19.

Bahkan tahun lalu, secara keseluruhan KAI melayani rata-rata 30 juta perbulannya. Lalu turun rata-rata 10 juta per bulan di akhir tahun.

“Sedikit naik di awal 2021, yakni 12,9 juta per bulannya, Kini, merosot tajam terkait pemberlakuan PPKM Daurat Jawa-Bali,” kata dia kepada media, Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Politisi PPP menambahkan, kerugian itu disebabkan sepinya penumpang selama pandemi sejak tahun lalu.

Selanjutnya, KAI harus menjalankan penugasan dari pemerintah untuk membangun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Yang dikabarkan biayanya membengkak dari perkiraan awalnya.

“Selain kereta cepat Jakarta-Bandung, KAI juga telah menyelesaikan proyek kereta layang (LRT) Palembang yang konon kurang menguntungkan. Lalu LRT Jabodebek yang tidak kunjung beroperasi,” imbuhnya.

“Begitulah “compang-campingnya” postur keuangan perusahaan yang mengoperasikan seluruh kereta api di tanah air ini,” sambung dia.

Yang memprihatinkan, lanjut dia, di tengah banyaknya penugasan pemerintah, KAI lengah dengan persoalan internal. KAI belum berbenah infrastruktur kereta api. Bahkan KAI menunda kebutuhan vital yaitu peremajaan armada kereta penumpang maupun kargo.

“Meski rugi besar, saya harap KAI terus perbaiki diri. Jangan menunda peremajaan armada kereta demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. Juga segerakan revitalisasi infrastruktur perkeretaapian karena menyangkut keselamatan rakyat,” tukas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V/Kabupaten Bogor.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here