Dinilai Salah Sasaran, PB HMI Minta Pemerintah Refoccusing Vaksinasi Terhadap Tenaga Kerja

Jakarta – Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pemerintah untuk mengevaluasi strategi vaksinasi yang dinilai salah sasaran dan tidak berorientasi kepada ketahanan kinerja ekonomi nasional.

“Harus kita evaluasi, jangan karena ketersediaan vaksinnya banyak kita asal vaksin tanpa pertimbangan prioritas target vaksin yang jelas”, ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PB HMI Muhammad Hidayat Renwarin, Sabtu (4/07/2021).

Menurutnya, tingginya angka kasus positif di tengah gencarnya kegiatan vaksinasi di masyarakat yang bahkan ditargetkan hingga satu juta vaksin per hari justru tidak memberikan dampak yang berarti terhadap penurunan kasus positif harian.

“Ini karena pemerintah juga mempertimbangkan geliat aktivitas ekonomi nasional agar terus berputar. Namun kita lupa bahwa yang menggerakan roda ekonomi nasional adalah 140 juta tenaga kerja Indonesia yang saat ini masih aktif berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di tengah ancaman pandemi Covid-19”, ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Hidayat, kelompok Tenaga Kerja adalah objek vaksinasi prioritas yang utama jika kita ingin menekan angka kasus positif harian sekaligus menyelamatkan ekonomi nasional.

Berita Terkait:  Polda DIY Serap Beras Petani yang Menumpuk

“Mereka (Tenaga Kerja) adalah subjek ekonomi yang sangat mobile, sehingga potensial sangat mudah terpapar virus. Utamakan keselamatan mereka maka ekonomi nasional akan terbantu”, kata Hidayat menerangkan.

Bukan bermaksud mendiskrimasi, tamba Hidayat, tapi mendahulukan vaksinasi pada kelompok lansia dan anak-anak adalah keliru jika orientasinya adalah menyelamatkan nyawa masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi nasional.

“Refocussing sasaran vaksinasi ini akan menjadi cara terbaik bagi kita untuk mewaspadai, jika sewaktu-waktu terjadi fenomena taper tantrum yang berpotensi menimbulkan volatilitas ekonomi global dan nasional”, tambahnya.

Dayat juga memberikan saran kepada pemerintah penting dalam beberapa hari  ke depan untuk  mendistribusikan vaksin gratis ke setiap organisasi dan unit usaha menegah-atas melalui organisasi-organisasi pengusaha seperti HIPMI dan Apindo.

“Proses distribusi vaksin gratis yang ringkas dan masif akan signifikan  mengendalikan dan bahkan meredakan gelombang covid yang kian tak terbendung”, tutup Hidayat.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles