Peneliti: Pemulihan Ekonomi Tergantung Penanganan Covid-19

Jakarta-Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menilai pemulihan ekonomi yang terkontraksi tergantung dari kebijakan pengendalian covid-19. Perlu adanya fokus untuk mengendalikan pandemi terlebih dahulu, mengingat kasus positif justru makin meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Sebaiknya pemerintah pusat dan daerah berfokus pada tiga proses utama yaitu menggenjot vaksinasi, sosialisasi kebijakan pembatasan, dan implementasi penegakan aturan yang tegas,” katanya, Rabu, (23 Juni 2021).

Menurut dia, pada kondisi kritis seperti saat ini pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat sangat diperlukan, mengingat kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatan di berbagai daerah yang semakin terbatas.

“Untuk itu, sangat penting bagi pemerintah untuk secara tegas dan konsisten mengkomunikasikan langkah-langkah yang ditempuh dengan jelas kepada masyarakat serta secara aktif menegakkan kebijakan pembatasan yang sudah diinstruksikan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin, 21 Juni, Indonesia mencatatkan penambahan kasus covid-19 harian tertinggi, yaitu kasus positif mencapai 14.536, sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret 2020. Lonjakan kasus ini di terjadi usai libur Idulfitri, dengan kasus harian meningkat sejak pertengahan Mei 2021, dari 2.385 kasus menjadi konstan di atas 10 ribu sejak Kamis, 17 Juni.

Berita Terkait:  Respon Dirjen Pajak Soal PNS Pajak yang Tak Bayar Pajak

Sementara itu, kondisi pandemi covid-19 telah memengaruhi kinerja perekonomian nasional yang tercatat kontraksi sejak triwulan II-2020 hingga sekarang, meski setelah itu terdapat tren kenaikan kinerja melalui pemberian stimulus dan jaring pengaman pemerintah.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles