Virus Varian Delta Masuk Wilayah Jabar, Kang Emil Ajak Masyarakat Agar tetap Patuhi Prokes

COVID-19 Varian Delta telah ditemukan di Karawang dan Depok. Warga kini harus lebih waspada dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan demi menekan penyebaran virus Corona.

Seperti diketahui, kasus Corona di Jawa Barat memang terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data Pikobar, sampai saat ini total ada 347.287 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jabar. Dari jumlah tersebut 30.202 masih menjalani perawatan, 312.448 sembuh dan 4.637 meninggal dunia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga lebih patuh untuk menerapkan protokol kesehatan. Apalagi sekarang di Jabar khusunya di Karawang dan Depok telah ditemukan COVID-19 Varian Delta.

“Varian baru Delta sudah hadir di Jawa Barat. Ini menandakan kita harus tetap waspada. Hadir di Karawang dan Kota Depok,” ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil dalam telekonferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021).

Kang Emil menuturkan ditemukannya varian Delta tersebut berdasarkan kajian genome secuencing yang dilakukan labkesda dan ITB. Kang Emil pun meminta warga lebih waspada.

“Sehingga menandakan varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya, mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita,” katanya.

Berita Terkait:  Perangi Sampah Plastik, Bupati Ipuk Gandeng Lembaga Dunia Luncurkan Banyuwangi Hijau

Sementara itu, di Satgas COVID-19 Karawang menyampaikan ada 21 warga yang dinyatakan positf Corona Varian Delta. Hasil berdasarkan uji sampel Whole Genome Squence (WGS) Balitbang Kemenkes.

“Sepekan lalu, di Jawa Barat ditemukan 339 sampel yang CT nya di bawah 30, kami laksanakan WGS di Balitbang Kemenkes didapatkan tadi 25 orang positif COVID-19 Varian Delta, 1 di Sukabumi, 1 Bekasi, 1 Depok, 1 Subang, dan 21 orangnya di Karawang,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana saat konferensi pers di Makodim 0604 Karawang, Senin (21/6/2021).

Ia menuturkan 21 orang yang terkonfirmasi positif Varian Delta, tersebar di berbagai kecamatan Karawang. Terbanyak di Kecamatan Kutawaluya.

“Kutawaluya 12 orang, Cikampek 2 orang, Telagasari 2 orang, Cilamaya Wetan 1 orang, Klari 1 orang, Kotabaru 1 orang, dan Telukjambe Timur 2 orang. Dari 21 orang itu Alhamdulillah 20 PCR negatif, lalu yang 1 orang meninggal dari Kecamatan Kutawaluya dunia karena komorbid bawaan dari penyakitnya,” jelasnya.

Terkait penanganannya, pihaknya masih melakukan tracing dari 21 orang tersebut.

Berita Terkait:  Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Mobil Pick Up Ditabrak Truk Saat Perbaiki Ban Bocor

“Kami tetap melakukan tracing dari 21 orang, lalu dari tracing ini kita lakukan antigen dahulu, apabila negatif 5 hari akan dilaksanakan tes PCR 5 hari isolasi mandiri, apabila positif kita laksanakan PCR bila CT di bawah 30 kita akan kirim sampelnya ke Balitbang Kemenkes untuk dilaksanakan WGS,” ungkapnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles