Pos Sekat Sumenep-Pamekasan Didirikan, Ancam Putar Balik Warga Tolak Swab

SUMENEP – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Sumenep–Pamekasan. Penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Keris itu.

Kapolres Sumenep AKBP Darman mengatakan bakal menindak tegas
pengendara yang menolak swab di posko perbatasan dua Kabupaten itu.

Ia menambahkan, jika masyarakat yang melintasi Posko penyekatan Kecamatan Pragaan dan menolak untuk dilakukan swab dipersilahkan untuk putar balik.

“Kalau tidak mau di swab antigen atau GeNose ya kita tegas. Pulangkan saja. Silahkan putar balik,” ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Darman menjelaskan, bagi warga Sumenep yang akan keluar kota, dipersilahkan untuk swab antigen ataupun GeNose di pos perbatasan. Apabila hasilnya negatif, maka kendaraan akan diberi stiker sebagai penanda bahwa si pengendara bebas virus Corona.

“Dengan stiker khusus itu, petugas di setiap perbatasan masing-masing kota sudah mengerti. Jadi tidak perlu swab lagi,” ujarnya.

Aturan tersebut juga berlaku bagi kendaraan dari luar kota yang akan masuk ke Sumenep. Apabila tidak bisa menunjukkan hasil swab, maka diminta untuk swab terlebih dahulu sebelum masuk Sumenep.

Berita Terkait:  GMPI Bangkalan Bagikan Ratusan Takjil Gratis Kepada Masyarakat

“Ya kita harus tegas. Apalagi bukan warga Sumenep. Jangan sampai membawa virus dari luar. Harus dipastikan aman dengan swab antigen maupun GeNose,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk posko penyekatan di Pragaan, pihaknya menyiagakan 16 anggota Polres. Selain itu juga diperkuat oleh anggota TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta petugas dari Dinas Kesehatan.

“Disini dibagi dalam dua shift untuk siaga di pos perbatasan Sumenep – Pamekasan,” tukasnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles