Pemkot Jogja Minta PKL Tak Gugat Wisatawan Penyebar Nuthuk Harga di Malioboro

Jogja-Ihwal pernyataan salah seorang pedagang lesehan di Malioboro yang akan menggugat pengunggah kasus pecel lele yang viral, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi angkat bicara.

“Saya telah bicara dengan paguyuban dan komunitas Malioboro, tidak ada yg akan mengajukan gugatan. Artinya jikalau ada yang mau menggugat, itu bukan tindakan komunitas dan paguyuban. Saya mencoba utk komunikasi dengan Pak Sukidi [pihak yang menyatakan ingin menggugat], tapi belum berhasil,” kata Heroe, Sabtu (29/5/2021).

Ia menilai, para pedagang tidak perlu mempermasalahkan pengunggah kasus pecel lele yang viral karena mengungkap praktik nuthuk harga di sekitar kawasan Malioboro tersebut. Sebab wisatawan tidak tahu itu wilayah malioboro atau Jalan Perwakilan, lokasi kasus nuthuk harga. Wisatawan tahunya berada di kawasan Malioboro.

“Jadi meskipun ternyata akhirnya terkuak, bahwa semua pedagang di Jalan Malioboro tidak ada yang memberikan harga yang tidak wajar, tetapi yang melakukan adalah pedagang di Jalan Perwakilan,” ujar dia.

Heroe berharap kasus ini dijadikan sebagai momentum instrospeksi untuk meningkatkan layanan kepada para wisatawan. Kasus tersebut kata dia, dalam beberapa hal bisa memberikan informasi tentang sesuatu yang harus diperbaiki.

Berita Terkait:  Jelang Pemilu 2024, PPP Bangkalan Mulai Panaskan Mesin

Misalnya tentang pedagang yang tidak mencantumkan harga secara utuh sehingga bisa menjebak pembeli. Contoh pedagang menjual pecel lele, hanya memberi keterangan harga pecelnya, padahal itu sudah menjebak. Untuk itu kata dia, Pemkot akan ajak para pedagang untuk menjual dagangan dalam satu paket.

“Pecel lele itu ya komplet sudah dengan nasi, lalapan dan sambelnya. Tapi masih bisa menawarkan, jika tambahan lele, lalapan, Sambel, nasi ya di beri harga sendiri,” katanya.

Ditambahkannya, dirinya akan hubungi Sukidi untuk mengurungkan niat menggugat wisatawan. Ditambahkannya, petugas Jogoboro yang berjaga 24 jam di Malioboro bisa turut membantu semua persoalan yang ada di wilayah tersebut. Termasuk jika menghadapi harga yang tidak wajar.

“Maka di gate atau gerbang zonasi di Malioboro akan kita tempel info pengaduan. Atau petugas yang jaga gate/gerbang itu juga bisa melayani pengaduan,” papar dia.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles