Disdikpora Kota Yogyakarta Akan Lakukan Uji Coba Sekolah Tatap Muka ke Dua Setelah Lebaran

Yogyakarta-lDinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogya tengah mengkaji penambahan sekolah untuk menggelar ujicoba pembelajaran tatap muka. Ujicoba tahap pertama yang digelar selama dua pekan melibatkan lima sekolah jenjang SD dan lima sekolah jenjang SMP.

Kepala Disdikpora Kota Yogya Budi Santoso Asrori, mengungkapkan ujicoba tahap kedua akan usai lebaran dalam durasi yang sama yakni selama dua pekan.

“Untuk jumlah sekolah yang akan mengikuti tahap kedua memang masih dievaluasi. Apakah akan ditambah atau cukup dilakukan di lima SD dan lima SMP dulu seperti yang kemarin,” jelasnya, Selasa (11/5/2021).

Selama ujicoba tahap pertama yang digelar sejak 28 April 2021, prosesnya dinilai berjalan cukup bagus. Sedikitnya 80 persen siswa dapat hadir ke sekolah, sedangkan sisanya masih menjalani secara daring karena berbagai hal. Di antaranya masih berada di luar kota serta belum memperoleh izin dari orangtua.

Budi mengaku, siswa memang tidak dipaksakan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka selama masa ujicoba. Kendati demikian, ternyata banyak yang antusias datang setelah mengantongi izin dari orangtua. Dicontohkannya pembelajaran di SDN Serayu yang dalam satu angkatan kelas memiliki total 121 siswa, terdapat 21 yang tidak mengikuti ujicoba tatap muka. Begitu pula di SMP N 1, dari 253 siswa kelas VII, yang tidak berangkat 17 siswa, dan di kelas VIII yang tidak masuk 40 siswa dari 274 siswa.

Berita Terkait:  Gol Gomez Antar Argentina Mantap di Puncak Klasemen Grup A Copa America

Khusus untuk penerapan protokol kesehatan demi pengendalian Covid-19, Budi mengaku, sudah memiliki standar operasional prosedur sesuai kebijakan pemerintah. Antara lain seperti pengecekan suhu dua kali saat siswa datang dan saat akan pulang sekolah. Siswa pun diwajibkan untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan duduk di tempat duduk yang sudah ditetapkan. Pembatasan jumlah siswa juga diterapkan untuk memastikan protokol jaga jarak.

“Pada dasarnya saat siswa sudah ada di kelas justru tidak ada terlalu banyak pergerakan. Mungkin hanya izin ke toilet saja. Ini menjadi bagian dari protokol kesehatan yang bagus,” urainya.

Sementara terkait proses penjemputan siswa saat akan pulang sekolah, diatur secara ketat agar tidak terjadi kerumunan. Bahkan skrining kesehatan menyasar siswa maupun orangtuanya. Setiap hari sekolah menanyakan status atau kondisi kesehatan siswa dan anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan siswa. Jika siswa atau ada anggota keluarga lain yang sakit, maka siswa diminta tidak datang ke sekolah.

Budi memastikan, berbagai upaya dilakukan agar tidak muncul klaster penularan Covid-19 dari proses ujicoba sekolah tatap muka. Sedangkan untuk materi pembelajaran yang diajarkan selama sekolah tatap muka juga lebih diarahkan pada pendidikan karakter sebagai upaya relaksasi bagi anak agar nantinya kembali terbiasa belajar di sekolah.

Berita Terkait:  Rekomendasi Minuman yang Bagus Untuk Pagi Hari 

“Selama pandemi mereka hanya bersekolah dari rumah melalui zoom. Saat ujicoba ini, maka siswa dibiasakan kembali untuk menjalani kegiatan di sekolah. Makanya lebih banyak pada pembentukan karakter,” tandasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles