225 Pemudik Masuk ke Yogyakarta Dalam Pemantauan

Jogja-Pemudik yang tiba di Kota Yogya sejak 22 April lalu tercatat sebanyak 225 orang. Jumlah tersebut dinamis karena sejumlah pemudik masih berdatangan di tengah kebijakan larangan mudik. Namun demikian seluruhnya dipastikan dalam pemantauan tim satgas di wilayah.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan kedatangan warga yang mudik tersebut dilaporkan dari Posko PPKM mikro di setiap RT.

“Jika dilihat data arus kedatangan terbesar tercatat dari 22 April-3 Mei 2021 yakni mencapai 92 orang,” jelasnya, Selasa (11/5/2021) malam.

Selanjutnya pada hari-hari berikutnya berkisar 10 orang hingga 16 orang per harinya. Akan tetapi saat 6-7 Mei, kembali naik mencapai 82 warga. Kemudian pada 8-9 Mei hanya empat orang. Heroe menilai itu menunjukkan kedatangan menjelang diberlakukannya peniadaan mudik arus pendatang yang masuk Kota Yogya cukup besar.

Oleh karena itu, di masa larangan mudik hingga usai lebaran atau 17 Mei 2021, diprediksi masih ada yang lolos penyekatan hingga tiba di Kota Yogya.

Berita Terkait:  Lulus Fit And Proper Test, Haru dan Nixon Resmi Jadi Dirut dan Wadirut Bank BTN

“Warga yang datang mudik itu sudah didata di 2.535 Posko PPKM mikro se Kota Yogya. Mereka juga sudah dikondisikan untuk isolasi mandiri. Sebagian dilakukan di rumah, dan ada yang isolasinya dilakukan di hotel,” imbuhnya.

Heroe juga mengemukakan, sebagian besar pemudik yang tiba membawa surat jalan dan surat sehat Covid-19. Artinya, tidak ada laporan warga yang kondisinya tidak sehat ketika pulang ke kampung halaman di Kota Yogya. Sebaran orang mudik tersebut juta tercatat merata di semua kemantren.

Meski demikian, tidak semua wilayah menerima warga mudik. Beberapa Posko PPKM mikro atas kesepakatan warga sudah meminta keluarganya agar tidak mudik di masa libur lebaran ini.

“Kami sudah minta agar setiap wilayah memantau betul warga yang datang dari luar kota. Ketika masa isolasi mandiri selesai, kondisi kesehatan juga dipantau. Intinya jangan sampai lengah. Jika ada yang kurang sehat, harus terbuka dan segera diperiksakan ke rumah sakit,” urainya.

Sementara itu posisi status zonasi sampai kemarin tercatatbada 2.411 RT atau 95,11 persen wilayah adalah zona hijau. Kemudian ada 124 RT atai 4,89 persen yang masuk zona kuning. Sedangkan wilayah RT di Kota Yogya tidak ada yang masuk zona orange maupun merah berdasarkan PPKM mikro.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles