Soroti Larangan Mudik, DPRD DIY Minta Pemda Tak Hanya Gunakan Cara Konvensional

Jogja-Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta Pemda DIY semestinya tidak hanya menggunakan cara konvensional untuk menghalau para pemudik.

Kalangan parlemen berharap ada pemanfaatan teknologi untuk monitoring seberapa banyak masyarakat luar daerah yang telah masuk ke DIY saat pelarangan mudik itu berlangsung.

Anggota Komisi A DPRD DIY Stevanus Christian Handoko mengatakan, sejak adanya pandemi Covid-19 kebijakan pelarangan mudik mulai muncul.

Terhitung sudah dua kali lebaran pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik tersebut.

Namun menurutnya dari tahun ke tahun pengawasan yang dilakukan masih bersifat konvensional.

“Yang kami harapkan pengawasan tidak hanya lewat metode konvensional saja karena juga sangat mudah adanya (penipuan) dokumen. Misal bawa surat bekerja dari Jogja padahal gak bekerja di Jogja,” katanya, kepada Kanalberita.co, Jumat (7/5/2021).

Ia menambahkan, untuk pengawasan yang ketat dirinya berharap Pemda DIY memanfaatkan teknologi barcode, untuk memastikan antara dokumen yang dibawa dengan data dari Kominfo.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Steve ini mengatakan Pemda DIY harus mengawali penggunaan program Locatoon Area Code (LAC) Cell ID, yakni sistem nomor unik yang umumnya digunakan untuk mengidentifikasi setiap Base transceiver station (BTS) dalam jaringan GSM atau dalam Location area code (LAC).

Berita Terkait:  Menpora Usulkan TC Timnas Dilakukan di UPI

Nantinya pemerintah hanya perlu meminta data dari setiap provider karena penyedia jaringan tersebut memiliki beberapa ratus BTS (sel) yang membentuk jaringan.

“LAC ini nanti dikomunikasikan dengan operator telkom. Jadi pergerakan manusia itu bisa terlacak, berapa banyak, asalnya dari mana itu akan ketahuan,” jelasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles