Puluhan Pemudik Dipaksa Putar Balik di Perbatasan Jogja

Jogja-Puluhan kendaraan dihalau masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari pertama larangan mudik lebaran, Kamis (6/5/2021). Kendaraan-kendaraan itu terjaring di tiga pos pengamanan perbatasan di Prambanan dan Tempel, Sleman serta Temon, Kulon Progo.

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Prambanan, Iptu Hariyanto menerangkan operasi penyekatan di wilayah perbatasan Sleman-Klaten dilaksanakan hari ini per pukul 00.00 WIB.

“Tadi malam sudah mulai yang diperiksa 45 kendaraan, yang diputar balik 17 kendaraan. Itu sampai jam satu (dini hari) selesainya,” kata Hariyanto kepada waratwan di Prambanan, Sleman, Kamis (6/5/2021).

Operasi penyekatan berikutnya berlangsung pukul 08.15 WIB hingga kurang lebih 09.30 WIB. Selama periode ini setidaknya ada 50 kendaraan diperiksa dan enam di antaranya diminta putar balik.

“Kami tanyakan, semua tidak mengatakan mudik. Hanya mau ke tempat keluarga. Tapi karena administrasi (syarat perjalanan luar daerah) tidak lengkap kami putarbalikkan,” ujarnya.

Hariyanto mengatakan petugas berjaga 24 jam, namun pemeriksaan hanya berlangsung tiga kali dalam sehari. Pihaknya mengambil waktu yang dinilai jadi momen pergerakan pendatang menuju DIY.

Berita Terkait:  Ratusan Santri Ikuti Festival Tarbiyah Diniyah Nasional

“Kalau sekarang situasi dan kondisi di lapangan sudah kelihatan sepi, kendaraan luar Jogja (DIY) yang masuk sudah kurang drastis,” katanya.

Sementara itu pos penyekatan Tempel mampu menjaring sebanyak 30 unit kendaraan selama operasi pukul 09.00-10.00 WIB.

“Tadi yang kita putar balik sekitar 30 unit, tapi data baru dihimpun,” kata Kapospam Tempel Iptu Sanika saat dikonfirmasi.

Sanika menyebut puluhan kendaraan ini berasal dari berbagai daerah, seperti Bogor dan Bandung, Jawa Barat. Sebagian dari mereka memang bertujuan pulang kampung.

Sementara beberapa yang datang dari kabupaten/kota tetangga diizinkan selama membawa persyaratan dispensasi perjalanan luar daerah.

“Mereka yang selain Jogja maupun Magelang mungkin ada perjalanan dinas dilengkapi surat-surat kesehatan rapid antigen atau PCR dan surat dinas, kita persilakan,” kata Sanika.

Kaur Binops Satlantas Polres Sleman Ipda Nur Hasan Rosyid menambahkan sebelumnya pada operasi penyekatan di pos Tempel yang terlaksana pukul 00.00 WIB petugas memutarbalikkan sebanyak tujuh kendaraan.

“Tiga dari Jakarta, dua dari Jateng, dua Jatim. Kalau yang diperiksa 21,” katanya melalui aplikasi pesan singkat.

Berita Terkait:  Tambal Anggaran, Proyek Kereta Cepat Tambah Utang 8 T

Terpisah, Kasat Lantas Polres Kulon Progo AKP Purwanto menyebut sejak pemeriksaan pada dini hari tadi terhitung sudah 30 kendaraan diberhentikan di Pos Temon. Tujuh di antaranya diminta putar balik.

“Terdiri dari bus empat, travel dua, terus satu kendaraan umum karena surat jalan habis. Kalau bus dan travel karena mudik,” kata Purwanto saat dihubungi.

“Mereka ngambil penumpang yang ada dari Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan kita putarbalikkan. Dari Jawa Barat, ada Jakarta juga. Kalau bus ya bus-bus malam,” ujarnya menambahkan.

Purwanto menyebut para penumpang pada angkutan-angkutan tersebut memang berniat mudik. Tujuannya antara lain daerah sekitar DIY atau pun Solo, Jawa Tengah.

“Mudik sekarang kan enggak boleh. Itu saja alasannya. Kalau hasilnya operasi pagi belum masuk ke saya ya,” katanya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles