DPR Tantang Menteri Investasi Serap 10 juta Pengangguran

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin mendorong Menteri Investasi yang sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang baru dilantik untuk bekerja lebih cepat merealisasikan investasi agar 10 juta pengangguran di negeri ini segera terserap ke dalam lapangan kerja.

“Mengingat angkatan kerja membludak sedangkan lapangan kerja melambat. Setiap tahun terdapat 2,9 juta penduduk usia kerja baru sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangatlah mendesak. Ini bahaya kalau tidak segera disikapi dengan perluasan lapangan kerja secara nasional,” ujarnya dalam sosialisasi UU Cipta Kerja bersama Kepala BKPM RI di Cisarua kabupaten Bogor. Kamis, (29/4/ 2021)

Menurutnya, kebutuhan investasi di Indonesia sekitar Rp 5.900 triliun untuk bisa mendorong ekonomi tumbuh sekitar 6,4% pada 2021 dan seterusnya. Sekaligus untuk memastikan Indonesia bisa lolos dari “jebakan” middle income trap sebelum tahun 2045.

Saat ini perekonomian nasional masih dalam situasi memprihatinkan. APBN kita 2020 lalu minus hampir Seribu triliun akibat penerimaan negara tak sebanding dengan belanja pemerintah. Pendapatan negara hanya Rp. 1.600 triliun, sedangkan belanja meningkat mencapai Rp. 2.600 triliun.

Berita Terkait:  Ini Simulasi Beli Rubicon dari Gaji PNS Pajak Bapak Mario Dandy

“Setahun lebih pandemi covid-19 juga menyebabkan pengangguran di Indonesia hampir mencapai 10 juta orang. Kemiskinan tahun 2020 naik 2,76 juta orang sehingga total kemiskinan menjadi 27,55 juta orang,” katanya.

Elly berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan terobosan-terobosan kebijakan dalam rangka pemenuhan hak konstitusional warga negara agar mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Karena itu, pembukaan kembali (reopening) aktivitas ekonomi saat ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah maupun swasta diharapkan mengambil langkah cepat agar perekonomian nasional kembali positif.

“Kami mengapresiasi adanya nomenklatur Kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi sebagai upaya percepatan peningkatan investasi. Tentu saja investasi yang diharapkan berdampak pada perluasan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” terangnya.

“Jangan lagi ada investasi mangkrak atau mubazir dikarenakan tingkat okupansinya rendah,” pungkas Elly.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles