Anggota Komisi X DPR RI Desak Kemendikbud Tarik Kamus Sejarah Indonesia Jilid 1

Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal desak Kemendikbud menarik kamus sejarah dari laman digital maupun cetak. Dikatakan Illiza, kamus sejarah Indonesia Jilid 1 yang dijual secara online menimbulkan kegaduhan dan menuai kritik di masyarakat.

“Salah satu penyebabnya adalah karena nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari tidak dicantumkan dalam kamus terbitan Kemendikbud tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, sejarah merupakan bagian penting dalam memperkuat kesadaran kebangsaan dan kesejarahan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Sehingga proses pembuatannya pun harusnya transparan agar tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat.

“Sebab itu, kami mendesak agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menarik naskah tersebut baik dari laman digital maupun bentuk cetak,” katanya.

Selain itu Kemendikbud juga segera melakukan revisi secara transparan sesuai dengan standar leksikografi dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami juga meminta kepada Mas Menteri Nadiem Makriem untuk mengusut tuntas persoalan ini, kalau perlu bentuk tim investigasi. Karena jika kami melihat dengan seksama permasalahan ini ada upaya untuk memutar balikkan fakta bahkan menghilangkan sejarah yang sebenarnya. Terkesan ada penggiringan narasi kebangkitan komunis.

Berita Terkait:  Setujui RUU IK-CEPA, PPP Dorong Pemerintah Pacu Pertumbuhan UMKM

Dalam penyusunan kamus sejarah pasti ada tim perumus atau penyusun. Meraka itu harus di investigasi mengapa hal ini bisa lepas dari pantauan sehingga menyebebkan kegaduhan,” ” katanya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles