MUI: Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Tapi!

BANGKALAN – Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia jelang Ramadhan 2021. Kasus Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 1,5 juta kasus dan 42.000 kasus kematian.

Pemerintah terus berupaya menanggulangi kasus Covid-19 melalui berbagai kebijakan, seperti larangan mudik Lebaran, pembatasan mobilitas masyarakat, memperbanyak tes usap (swab test) dan program vaksinasi.

Tes usap dan vaksinasi tetap dilaksanakan selama Ramadhan karena tidak membatalkan ibadah puasa.

Menanggapi hal tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan mendorong agar proses vaksinasi dilakukan pada malam hari.

Hal itu dilakukan agar polemik apakah vaksin membatalkan ibadah puasa tidak semakin lebar.

Ketua MUI Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri mengatakan, suntik vaksin di bulan Ramadhan tak membatalkan puasa. Meski demikian, ia mengimbau agar vaksinasi dilakukan malam hari.

“Tidak batal, namun untuk menghindari perbedaan pendapat yang membatalkan lebih baik dilakukan malam hari,” ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Sementara itu, Dinas Kesehatan Bangkalan terus melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo mengatakan, Bangkalan kembali mendapat kiriman vaksin sebanyak 6.700 vial vaksin. Jumlah tersebut akan digunakan untuk vaksinasi tenaga pendidik mulai tingkat paud hingga SMP.

Berita Terkait:  Ternyata, Ada Cerita Dibalik Penerapan DBON di SEA Games 2021 Vietnam yang Sukses

“Vaksin 6.700 itu untuk tenaga pendidik di 7 korwil yakni Geger, Klampis, Konang, Kokop, Modung, Kedundung dan Tragah serentak hari ini kecuali klampis yang minggu depan,” ungkapnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles