BPBD Sumenep Minta Masyarakat Tak Panik Terkait Isu Tsunami 3 Meter

SUMENEP – Masyarakat Sumenep yang ada di Kalianget Sumenep dan sekitarnya diminta tidak panik dengan isu adanya berpotensi gelombang tsunami setinggi 3 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengajak masyarakat Sumenep tetap tenang. Sebab kata dia, pihaknya akan terus memberikan perkembangan informasi tsunami itu.

Katanya, informasi dari BMKG pusat merupakan sesuatu yang perlu diwaspadai. Tak perlu direspon berlebihan. Apalagi bikin cemas dan panik.

“Isu tsunami hanya potensi sesuai dengan rilis BMKG pusat. Belum tentu terjadi dalam waktu dekat. Namun perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Rahman kepada media, Kamis (8/4/2021).

Selanjutnya, BPBD Sumenep sudah menyiapkan jalur evakuasi tsunami dengan rambu-rambu apabila gelombang tsunami benar terjadi.

Rahman berharap ada sinergitas dari berbagai pihak agar masyarakat sekitar pelabuhan Kalianget dan masyarakat pesisir ada diedukasi sehingga bisa evakuasi mandiri bila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Rahman menyebut, wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tsunami selain Kalianget, ada Kecamatan Raas, Sapudi, Talango dan sebagian pesisir Kalianget

Berita Terkait:  Nunggak Bayar, Pembangunan MPP di Subang Terhenti

Seperti diketahui, BMKG pusat merilis berdasar hasil simulasi pemodelan tsunami yang dilakukan Tim Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG dengan kekuatan gempa M=7.8 (worst case) di sistem patahan bahwa wilayah sekitar Pelabuhan Kalianget.

Adanya kekuatan gempa itu, berpotensi tsunami dengan ketinggian mencapai 3 meter, dan prakiraan waktu tiba tsunami kurang dari 4 menit.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bersama tim gabungan BMKG Jawa Timur, BPBD Sumenep, Syahbandar, dan Pelindo Kalianget sudah melakukan survei lapangan di Pelabuhan Kalianget, Jumat 2 April 2021.

Kedatangan BMKG pusat untuk mengecek persiapan jalur evakuasi apabila terjadi gelombang tsunami.

Keesokan hari, rombongan BMKG pusat menemui Bupati Sumenep, Ach. Fauzi di Pendopo Keraton pada hari Sabtu 3 April 2021.

Mereka memberi tahu Bupati Fauzi bahwa akan terjadi gelombang tsunami di sekitar Kalianget.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles