Merger Pelindo Bakal Tingkatkan Produktifitas Pelabuhan

Jakarta – Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono membenarkan mahalnya biaya logistik nasional, mencapai sekitar 23 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pelabuhan hanya berkontribusi sekitar 1,4 persen.

“Kelancaran arus barang di pelabuhan sangat vital karena akan mempengaruhi rantai logistik lainnya seperti inventory dan transportasi darat atau in-land transportation. Jika aktivitas pelabuhan terganggu, maka pengaruhnya ke rantai logistik lain akan langsung terasa,” kata Arif.

Dikatakannya, Kementerian BUMN akan melakukan merger terhadap PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV. Menurut Arif, merger ini akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan berdampak terhadap penurunan harga barang yang diangkut.

“Nah makanya kita butuh grand strategy dalam integrasi ini agar bisa menurunkan biaya logistik,” ungkapnya dalam seminar yang diadakan Fraksi PPP DPR RI mengenai “Urgensi Merger Pelindo dalam Membangkitkan Perekonomian Nasional” di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

Dia pun belum bisa menaksir berapa penurunan biaya logistik yang dihasilkan dari proses integrasi tersebut. Namun pihaknya terus berupaya untuk melakukan yang terbaik dalam mendukung wacana ini.

Berita Terkait:  Mochamad Iriawan Persembahkan Relawan Iwan Bule untuk Pemenangan Prabowo Presiden RI 2024

“Masalah logistik sangat kompleks, faktornya banyak sekali. Tapi pelabuhan memiliki dampak yang besar kepada yang lainnya. Jadi yang kami lakukan agar pelabuhan tersebut tidak menghambat dan bagaimana bisa membantu untuk mengurangi angka (biaya logistik) tersebut,” jelasnya.

“Jadi kita perlu kerja sama, perlu kolaborasi. Bagaimana mengintegrasikan perencanaan antara pelabuhan BUMN dan pemerintah agar jadi sinkron apa yang kita investasikan dan juga didukung oleh invenstasi pemerintah untuk mencapai dampak maksimal,” tambahnya.

Kerjasama yang baik antara perusahaan BUMN dan pemerintah, lanjut Arif, akan menurunkan biaya logistik yang signifikan namun bersifat jangka panjang.

“Sekali lagi ini kerja bersama. Ini harus dibuat grand strategy untuk menuju titik yang sama. Pelabuhan harus memiliki teknik yang sama, yang nantinya akan dikelola oleh entitas yang khusus dan pemerintah juga memerlukan informasi yang akurat, berapa barang yang masuk, berapa barang yang keluar,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles