Elly Rachmat Yasin Minta Pemerintah Waspadai Efek Samping Vaksinasi di Bulan Puasa

Jakarta – Dirut PT. Bio Farma (Persero) selaku holding BUMN farmasi menjelaskan dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI pada Senin, 29/03 bahwa persediaan vaksin aman hingga kahir tahun ini. Disebutkan juga bahwa Indonesia termasuk salah satu dari 9 negara yang memiliki cadangan vaksin paling banyak. Terdapat 10,43 juta dosis vaksin. Meskipun kebutuhan yang sebenarnya sekitar 363 juta dosis untuk 181 juta rakyat Indonesia.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin mengatakan dibandingkan dengan negara maju seperti Prancis, Spanyol, UEA, Canada maupun Itali, Indonesia lebih dulu melakukan vaksinasi.

“Hanya saja menurut kami, yang dibutuhkan bukan sekedar banyaknya cadangan vaksin, tetapi juga kecepatan dan kenyamanan pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi memang berkejaran dengan waktu, tetapi pasrtisipasi masyarakat juga harus aktif agar terwujud terciptanya kekebalan komunitas (herd immunity) dengan target 181 juta penduduk tervaksin,”

Dikatakannya, diperlukan waktu 15 bulan, sejak Januari 2021 hingga Maret 2022 nanti. Dengan harapan setiap harinya vaksinasi bisa mencapai 1 juta. Sedangkan selama 3 bulan ini, vaksinasi baru bisa menggapai 7,2 juta orang untuk tahap pertama dan masih 3,2 juta orang yang memperoleh vaksin kedua. Masih jauh dari yang diharapkan.

Berita Terkait:  Dinas Pendidikan Kota Jogja Pastikan Siswa SD dan SMP 90 Persen Ikuti Sekola Tatap Muka

“Yang juga penting diperhatikan yaitu meminimalisasi efek samping vaksin covid-19. Beberapa hari lalu, terjadi penyetopan vaksinasi di Sulawesi Utara. Beberapa warga yang memperoleh vaksin COVID-19 AstraZeneca mengalami demam, menggigil, nyeri badan dan tulang, mual, dan muntah,” jelasnya.

Karenanya, saya minta Bio Farma melakukan evaluasi penggunaan vaksin AstraZeneca dan jenis vaksin lainnya. Jangan sampai kejadian ini menimbulkan ketakutan bagi masyarakat yang yang belum tervaksin.

“Kemudian, memasuki bulan suci Ramadhan, kami berharap vaksinasi tetap jalan. Berdasarkan Fatwa MUI, suntikan vaksin di siang hari tidak membatalkan ibadah puasa. Tetapi, untuk kenyamanan dan mengurangi risiko efek samping sebaiknya masyarakat diberikan pilihan pelaksanaan vaksinasi di malam hari. Setelah shalat tarawih tentunya,” jelasnya.

Pemerintah dan vaksinator diharapkan segera menyiapkan segenap perangkatnya untuk melayani vaksinasi di malam hari.

“Agar vaksinasi di bulan Ramadhan tetap berjalan lancer sehingga sesuai target yang diharapkan,” tandasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles