Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Arsul Sani: Generasi Muda Jangan Cuek terhadap Persoalan Politik

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mengatakan saat ini banyak anak muda yang cenderung cuek terhadap isu-isu politik, persoalan negara dan fenomena yang terjadi di lingkungan mereka. Padahal mereka sudah memiliki hak pilih sebagai warga negara Indonesia.

“Seharusnya mereka tidak cuek, seharusnya mereka mengikuti perkembangan politik dan persoalan negara,” jelas Arsul saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Memelihara KeIslaman dan KeIndonesiaan Kita” bersama para kader Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Ekonomi Bisnis (Ekbis) di Aula Idham Chalid, Kantor DPP PPP, Selasa (09/03/2021).

Ketika anak muda saat ini cuek terhadap persoalan negara, kata Arsul, maka dampaknya adalah ancaman terhadap eksistensi negara yang sudah diperjuangkan dan telah disepakati oleh para pendiri bangsa.

“Ini akan mengancam apa yang menjadi pilar berbangsa dan bernegara kita, di antaranya Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Arsul yang juga Wakil Ketua DPP PPP.

Dikatakannya, meskipun partainya, PPP, berasaskan Islam namun tidak mau jika Indonesia menjadi negara Islam atau khilafah, karena sudah kesepakatan para pendiri negara ini.

Berita Terkait:  Tsamara dipepet Perindo, Bakal Gabung ?

“Yang memaksakan menjadi negara Islam, berarti sama saja dengan memberontak,” katanya.

Selain itu, masih ada jalan untuk memperjuangkan syariat Islam, di antaranya adalah dengan memperjuangkannya melalui parlemen, memperjuangkan undang-undang bernuansa Islami.

“Saat ini PPP sedang memperjuangkan undang-undang larangan minuman beralkohol, itu bukti dari perjuangan kita sebagai partai Islam. Namun bukan berarti pengusulan undang-undang minol itu tanpa catatan, artinya kita tetap memperhatikan wilayah-wilayah yang memiliki kearifan lokal, daerah wisata dan kepentingan adat istiadat,” paparnya.

Arsul juga kemudian mengapresiasi GMPI Ekbis yang telah mengadakan kegiatan tersebut, kemudian diharapkan bisa menjadi agenda yang rutin dilaksanakan.

“Kami harap kader-kader GMPI Ekbis ini menjadi muslim milenial yang peduli kepada politik dan membela kepentingan umat,” tandasnya.

Sementara itu, pembicara lainnya, Miss Tourism World Indonesia 2019, Ayu Jasmin mengatakan Indonesia saat ini memiliki generasi emas, artinya mengalami bonus demografi tetapi mereka juga berpendidikan.

“Namun harus disadari, bonus demografi dan berpendidikan saja tidak cukup. Kita mungkin berpendidikan tapi tidak berakhlak, itu yang kurang. Seharusnya berpendidkan dan harus berakhlak, serta mengandalkan Allah dalam setiap rancangan kita,” jelasnya.

Berita Terkait:  Gelar Seminar, Fraksi PPP Terima Aspirasi Bentuk Lembaga Adat Betawi

Puteri Indonesia Provinsi Gorontalo 2019, Artika Rustam yang juga menjadi pembicara kegiatan tersebut meyakini dan percaya bahwa generasi muda Indonesia yang muslim, saat ini bisa berperan penting dalam pembangunan bangsa.

“Oleh karena itu, setiap kita sebagai generasi muda selalu ingin berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia. Demikian pula sebagai seorang muslim kita harus memperlihatkan bahwa Islam itu merupakan agama yang indah dan baik,” tandasnya.

Senior PPP, Lukman Hakim mengatakan, Republik Indonesia dilahirkan oleh anak muda. Yang pertama sekali menyampaikan tekad Indonesia merdeka itu anak muda Indonesia yang bersekolah di Belanda.

“Mereka punya organisasi perkumpulan Hindia Belanda, kemudian diganti namanya perhimpunan Indonesia. 3 tahun sebelum sumpah pemuda, anak muda Indonesia di Belanda menyampaikan manifesto “Indonesia merdeka sekarang”. Jadi kemerdekaan Indonesia tentu tidak terlepas dari peran para pemuda,” katanya.

Sementara itu, Ketua GMPI Ekbis, Rafi Siregar mengatakan pihaknya akan terus mengagendakan kegiatan-kegiatan serupa yang bertujuan untuk mematangkan kapasitas pengetahuan kader GMPI Ekbis terutama dalam perkembangan politik di Indonesia.

Berita Terkait:  Muzani: Semangat dan Loyalitas Santri kepada Kiai Patut Dicontoh dalam Berjuang

“Selain itu untuk terus merangsang jiwa entrepreneurship dari setiap kader, sehingga ke depan kader GMPI Ekbis bukan saja menjadi pengusaha tetapi mereka memahami persoalan negeri ini tentunya untuk kepentingan dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles