Kasus Pembunuh Anak di Bawah Umur di Pamekasan Terancam Hukuman Mati

PAMEKASAN – UA (20) tega membunuh AATA, warga Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 23.45 WIB.

Warga Kabupaten Sumenep itu menghabisi nyawa seorang siswa yang masih berusia 9 tahun dengan sebilah pedang sepanjang 108 cm.

Aksi pembunuhan siswa sekolah itu dilakukan tersangka dipicu karena pelaku sakit hati terhadap ayah korban.

Atas kasusnya itu, UA (20) menjadi tersangka pembunuhan anak di bawah umur berinisial AATA (9) dengan hukuman mati. Tersangka diduga melakukan pembunuhan secara terencana terhadap korban.

“Ancaman hukuman mati ini kami beri kepada tersangka karena berdasarkan hasil penyidikan petugas, pembunuhannya secara terencana,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dalam keterangan persnya di Mapolres Pamekasan, Senin (8/3/2021).

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 subsider Pasal 338, dan Pasal 351 Ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 23.45 WIB. Korban saat itu tengah berada di dalam kamar.

Berita Terkait:  Optimis, Disparpora Subang Prediksi Saat Libur Lebaran Kunjungan Wisatawan Capai 2 Juta Orang

Kedua orang tuanya, Untari (42) dan Kamirullah (58) berada di ruang tamu. Lalu, tiba-tiba tersangka UA masuk ke dalam rumah korban sembari membawa sebilah pedang dan mengamuk.

Untari langsung ke luar rumah melaporkan kejadian itu kepada bibi UA bahwa keponakannya sedang mengamuk di rumahnya dengan membawa sebilah pedang. Karimullah melaporkan ke aparat desa setempat.

Namun, setelah keduanya kembali ke rumahnya, anaknya sudah tidak bernyawa dengan kondisi tertelungkup bersimbah darah. “Kala itu, pelaku sudah tidak ada di tempat kejadian perkara,” kata Adhi.

Aparat Desa Taraban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Larangan, lalu dilanjutkan ke Mapolres Pamekasan.

Tim petugas gabungan dari Polsek Larangan dan Reskrim Polres Pamekasan meringkus UA, Senin (8/3), sekitar pukul 1.00 WIB. Tersangka diringkus di rumah bibinya, di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan.(*)

Warga Kabupaten Sumenep itu menghabisi nyawa seorang siswa yang masih berusia 9 tahun dengan sebilah pedang sepanjang 108 cm.

Aksi pembunuhan siswa sekolah itu dilakukan tersangka dipicu karena pelaku sakit hati terhadap ayah korban.

Berita Terkait:  Tinjau Penahan Jalan Rusak Di Lantek Timur, Bupati Minta Segera Diperbaiki

Atas kasusnya itu, UA (20) menjadi tersangka pembunuhan anak di bawah umur berinisial AATA (9) dengan hukuman mati. Tersangka diduga melakukan pembunuhan secara terencana terhadap korban.

“Ancaman hukuman mati ini kami beri kepada tersangka karena berdasarkan hasil penyidikan petugas, pembunuhannya secara terencana,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dalam keterangan persnya di Mapolres Pamekasan, Senin (8/3/2021).

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 subsider Pasal 338, dan Pasal 351 Ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 23.45 WIB. Korban saat itu tengah berada di dalam kamar.

Kedua orang tuanya, Untari (42) dan Kamirullah (58) berada di ruang tamu. Lalu, tiba-tiba tersangka UA masuk ke dalam rumah korban sembari membawa sebilah pedang dan mengamuk.

Untari langsung ke luar rumah melaporkan kejadian itu kepada bibi UA bahwa keponakannya sedang mengamuk di rumahnya dengan membawa sebilah pedang. Karimullah melaporkan ke aparat desa setempat.

Berita Terkait:  Meriahkan Kemerdekaan, GMPI Banyuwangi Kirim 6 Regu Gerak Jalan

Namun, setelah keduanya kembali ke rumahnya, anaknya sudah tidak bernyawa dengan kondisi tertelungkup bersimbah darah. “Kala itu, pelaku sudah tidak ada di tempat kejadian perkara,” kata Adhi.

Aparat Desa Taraban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Larangan, lalu dilanjutkan ke Mapolres Pamekasan.

Tim petugas gabungan dari Polsek Larangan dan Reskrim Polres Pamekasan meringkus UA, Senin (8/3), sekitar pukul 1.00 WIB. Tersangka diringkus di rumah bibinya, di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: