Khofifah Tinjau Lokasi Tebing Longsor di Pamekasan Sekaligus Berikan Bantuan

PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendatangi lokasi tebing longsor di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (25/2/2021), sore

Dalam kesempatan itu Khofifah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya 5 santri.

“Innalillahi wainnaillaihi rojiun, kita doakan korban yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Dan ini menjadi duka kita bersama,” kata Khofifah.

Saat meninjau lokasi, Khofifah didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I.N.G Sudihartawan, Sekdaprov Heru Tjahjono, Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Ketua Ansor Pamekasan Syafiuddin.

Khofifah memberikan santunan kepada para korban meninggal, santri yang terluka, dan juga untuk pondok pesantren. Untuk 5 santri yang meninggal dunia, Gubernur Khofifah memberikan santunan masing-masing keluarga sebesar Rp 10 juta.

Sementara untuk dua korban luka berat masing-masing sebesar Rp 5 juta. Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa 100 paket sembako, 50 lembar matras, 50 lembar selimut dan 50 paket sandang.

Berita Terkait:  PPP Siap Gandeng Pemprov DKI Wujudkan Kota Ramah Difabel

Selain itu, Khofifah juga mendoakan, Pengasuh Ponpes An-Nidhomiyah agar selalu diberikan ketabahan dan ikhlas menerima cobaan peristiwa bencana alam yang menimpa Ponpesnya.

Bahkan, ia mengapresasi kinerja relawan Pamekasan yang langsung tanggap darurat menangani bencana tanah longsor tersebut.

“Bantuan sosial yang kami berikan ini menjadi bagian dari proses tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Menurut Khofifah, setiap ada kejadian bencana apa pun di Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam selalu berkoordinasi dengan dirinya.

Ia pun mendoakan, santriwati yang mengalami patah tulang dan sedang dirawat rumah sakit tersebut, semoga lekas diberikan kesembuhan.

“Untuk seluruh keluarga santri yang kami tidak bisa sambangi satu persatu ke rumahnya, salam duka cita yang mendalam dari kami semuanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan oleh almarhumah diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (24/2) dini hari, terjadi hujan disertai angin kencang. Lalu terjadi longsor di Ponpes Annidhomiyah, Pamekasan. Akibat longsor, 7 santriwati tertimbun. Lima orang meninggal dan 2 lainnya selamat namun luka berat.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles