Dana Rp 9 Miliar untuk Museum SBY-Ani Diprotes, Demokrat Singgung Pembangunan Makam Gus Dur

JAKARTA – Rencana pendirian Museum SBY-Ani di Pacitan yang diduga mendapat kucuran dana sebesar Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jatim diprotes masyarakat. Sejumlah netizen di Twitter menilai pembangunan museum itu tak memiliki urgensi sehingga tidak berhak mendapatkan bantuan anggaran negara.

Melihat polemik dimasyarakat tentang museum SBY-Ani ini, Partai Demokrat pun bersuara. Ketua DPP PD, Rachland Nashidik menyebut bahwa museum SBY-Ani bukan museum keluarga. Dan ia menilai sudah biasa negara, termasuk pemerintah provinsi memberikan bantuan untuk bangunan yang dinilai penting. Ia membandingkan dengan makan mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Pertama, bukan museum keluarga. Kedua, inisiatif pendanaan datang dari Pemprov — itu juga cuma sebagian. Terbesar berasal dari sumbangan dan partisipasi warga. Ketiga, sebagai pembanding, Anda tahu makam Presiden Gus Dur dibangun negara?,” twit Rachland di akun @RachlanNashidik (17/2/2021).

Banyak kalangan tersinggung dengan kicauan Rachland ini, termasuk putri Gus Dur, AlissaWahid. Ia menyebut makam Gus Dur sampai saat ini dibiayai oleh keluarga. Dana negara tidak untuk makam tetapi untuk jalan raya, lahan berjualan warga.

Berita Terkait:  Kenang Jasa Awak KRI Nanggala, Anggota DPR Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Makam #GusDur sampai saat ini dibiayai oleh keluarga Ciganjur, termasuk prasasti. PP Tebuireng pun hormati ini.   Dana Negara tidak untuk makam tetapi utk jalan raya, lahan berjualan warga. Maklum, ada 1,5-2 juta peziarah setiap tahun. Negara urus ini,” kicau Alissa.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles