“Banjir di Jakarta karena Drainase Buruk”

Jakarta – Sejumlah wilayah di DKI Jakarta hari ini terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Jumat (19/2/2021) malam. Pakar Tata Kelola Air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali menilai bahwa banjir ini disebabkan sistem drainase yang buruk.

“Khusus kawasan Jabodetabek, curah hujan yang tinggi tadi malam sampai jalan tol juga terkena (banjir). Itu terlihat ada sistem drainase kita yang tidak berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi curah hujan yang relatif tinggi ini,” ujar Firdaus, Sabtu (19/2/2021).

Firdaus menambahkan, Pemprov DKI dan pemerintah kota-kota penyangga harusnya mampu mengantisipasi banjir dengan membenahi sistem drainase kota.

“Kita tidak bisa menolak hujan dan mengendalikan intensitasnya. Yang bisa dikelola apa? Kemampuan kita mengelola (sistem drainase) sehingga tidak menjadi bencana,” terangnya.

Sebagai informasi, BPBD Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT di Jakarta terdampak banjir. Sebanyak 29 RW terdampak banjir berada di Jakarta Selatan, terdiri dari 44 RT, dengan ketinggian 40-150 sentimeter dan terdapat pengungsi sebanyak 7 KK dengan total 19 jiwa.

Berita Terkait:  Menpora Berolahraga Senam Hari Krida Bersama Masyarakat

Sementara itu, di Jakarta Timur terdapat 50 RW terdampak, terdiri dari 143 RT, dengan ketinggian 40-180 cm, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Serta di Jakarta Barat sejumlah 4 RW dan 6 RT terdampak. Sehingga total jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles