5.000 Wartawan akan Divaksin Covid-19 Akhir Februari

Cilegon – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memvaksin Covid-19 sebanyak 5.000 wartawan pada akhir Februari atau awal maret di Istora Senayan, Jakarta.

Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Pers, Dewan Pers Jamalul Insan mengatakan dari 5.000 yang direncanakan, saat ini sudah 5.867 orang telah mendaftar untuk vaksinasi melalui 10 organisasi di bawah Dewan Pers baik AJI IJTI, PWI dan organisasi media lainnya.

“Vaksinasi ini memang ditujukan untuk para jurnalis atau wartawan yang bekerja di Jakarta meskipun tidak tinggal di Jakarta,” jelasnya saat melakukan Konferensi Pers di Hotel Forbis, Cilegon Banten, Kamis (18/02/2021).

Disebutkan secara rinci dari data 5.867 itu yang berdomisili di Jakarta sebanyak 3.456, Jawa Barat (Depok, Bogor, Bekasi dan sekitarnya) 1.586 orang, Banten 855 wartawan.

“Data ini akan disisir lagi untuk mencegah data ganda,” katanya.
Selain itu, dikatakan Jamal, Dewan Pers juga sudah mengajukan 17.800 orang untuk divaksin pada tahap berikutnya sejumlah wartawan yang terdaftar di Dewan Pers.

Berita Terkait:  Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Mudik

“Sebenarnya tidak harus terverifikasi, tetapi juga bagi mereka yang bekerja di media,” jelasnya,

Dikatakannya, Pemprov DKI Jakarta juga akan membantu mengusulkan vaksinasi untuk teman-teman jurnalis yang ber KTP DKI Jakarta.

“Di luar yang 5.000 tadi, Dewan Pers juga mengusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memfasilitasi wartawan yang bekerja di Jakarta.

Selain itu, kita juga sedang menyiapkan surat agar Kemenkes menggelar juga vaksinasi di beberapa kota di luar Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk wartawan bisa dilakukan pada minggu ketiga bulan Maret 2021.

“Karena kita menunggu persiapan vaksinnya terlebih dahulu,” jeas Nadia, disampaikan saat diskusi virtual dengan tema “Indonsia Sambut Vaksin Tahap Kedua”.

Adapun metode vaksin bagi wartawan, kata Nadia, bisa dilakukan secara massal atau para wartawan langsung mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Tapi, ini akan didiskusikan lebih lanjut tentang teknis pelaksanaannya,” katanya.

Berita Terkait:  3 Koperasi Bermasalah di Indonesia

Berdasarkan Informasi sebelumnya, vaksinasi tahap kedua akan digelar pada Rabu (17/2/2021) dengan sasaran mencapai 38.513.446 orang yang terdiri dari 21,5 juta lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Roundonuw menyebutkan beberapa kelompok prioritas yang akan menerma vaksin tahap ke Dua diantaranya, pedagang pasar, pendidik (guru, dosen, tenaga pendidik), tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, dan aparatur sipil negara (ASN).

Lalu, kata Maxi, petugas keamanan (TNI-Polri), pariwisata (petugas hotel dan petugas restoran), pelayanan publik (Damkar, BPBD, BUMN, BPJS, kepala/perangkat desa), pekerja transportasi publik, atlet, dan wartawan.

Kemudian untuk kelompok lansia dengan usia di atas 60 tahun masuk dalam vaksinasi tahap kedua ini setelah melalui pertimbangan pemerintah untuk mengurangi kasus kematian akibat Covid-19 terhadap lansia.

“Untuk itu, pemerintah mempercepat vaksinasi bagi lansia dengan turut mengikutsertakan dalam tahapan vaksinasi kedua,” kata Maxi dalam konferensi pers, Senin (15/2/2021).

Maxi juga menambahkan, vaksinasi tahap kedua yang dimulai pada Rabu (17/2/2021) akan dilaksanakan terhadap 55.000 orang pedagang pasar di Tanah Abang, DKI Jakarta. (-)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles