Polisi Buru Penyebar Hoaks Banjir Darah di Sampang

SAMPANG – Polres Sampang, Jawa Timur, memburu pelaku penyebaran hoaks “banjir darah” oleh warga asal Kecamatan Banyuates, melalui media sosial youtube dan facebook.

Warga yang diduga menjadi pelaku penyebar kabar bohong di media sosial itu bernama Abdullah, asal Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang.

Kapolsek Banyuates AKP Dody Pratama mengatakan pelaku penyebaran hoaks merupakan warga Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang. Namun pelaku sudah setahun tidak berada di Desa Lar Lar.

“Iya betul sedang dicari. Sudah dilakukan pencarian, jadi pelaku itu kalau asal atau kampungnya, desanya di Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang. Pelaku, masyarakat di situ,” ungkapnya, Senin (15/4/2021).

Sebelum mendatangi rumah Abdullah, AKP Dody mengatakan pihaknya terlebih dahulu mendatangi lokasi “banjir darah” sebagaimana disebutkan di media sosial youtube dan facebook milik pelaku.

“Faktanya tidak ada yang gambar yang diunggah ke akun media sosial itu hanya rekayasa saja, dan kasus ini meresahkan warganet lainnya, termasuk masyarakat Sampang,” ujar kapolsek.

Berdasarkan catatan Polsek Banyuates, kabar bohong yang disebar oleh pelaku bernama Abdullah di akun youtobe dan facebook miliknya bukan kali ini saja.

Berita Terkait:  Bupati R Latif Resmikan Sistem Layanan Rujukan Terpadu

Sebelumnya yang pelaku pernah merekam adegan penyiksaan hewan dengan menggunakan sepeda motor hingga Abdullah ditangkap polisi.

Menurut pengakuan kepada polisi, Abdullah membuat rekaman penyiksaan hewan untuk kebutuhan mengisi akunnya di media sosial face dan youtube.

Akibatnya, ketika itu Abdullah ditangkap oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sampang, karena memperagakan adegan penyiksaan hewan tersebut di tempat umum.

Dalam aksinya, Abdullah menyiksa seekor biawak dengan cara menyeret hewan itu menggunakan sepeda motor.

“Tapi si Abdullah ini waktu itu langsung dilepas pagi, dan hanya diberi peringatan dan ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saat ini malah membuat unggahan sensasional dengan yang menyebutkan bahwa di Sampang telah terjadi banjir darah,” kata kapolsek.

Dengan demikian, Pihak kepolisian mengimbau kepada keluarga penyebar Hoax agar tidak mengulangi lagi dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

Sementara itu, meski tidak bertemu, polisi meminta kepada keluarga pelaku, agar menyerahkan diri ke Polsek Banyuates, karena kabar bohong yang diunggah di akun media sosial miliknya sudah berulang kali dan meresahkan banyak orang.

Berita Terkait:  Tahun 2021 Tercatat Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Banyuwangi Meningkat

Secara terpisah Bupati Sampang Slamet Junaidi menyatakan kabar bohong yang banyak menyebar di media sosial akhir-akhir ini memang perlu menjadi perhatian serius semua pihak.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles