Rencana Holding Ultra Mikro, Ini Kekhawatiran Serikat Pekerja PT Pegadaian

Jakarta – Ketua Umum Serikat Pekerja PT Pegadaian Ketut Suhardiono akhirnya angkat bicara mengenai rencana holding perusahaannya. Jika rencana holding itu terjadi, ia khawatir perusahaannya tidak akan lagi mau memberikan kredit kepada masyarakat kecil yang tidak memiliki akses perbankan.

“Apabila Pegadaian di-holding, diakuisisi, dimerger, atau bentuk privatisasi lainnya, akankah masih bisa melayani rakyat kecil? Maukah bentuk PT Pegadaian baru memberikan kredit ke simbok-simbok yang mengutang hanya untuk sekedar membeli beras,” ujar Ketut di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Ketut, PT Pegadaian menjadi solusi yang tepat bagi rakyat kecil atau masyarakat ekonomi lemah untuk mendapatkan pinjaman demi bertahan hidup dalam kondisi apapun. Untuk itu, perusahaannya selalu berupaya memudahkan semua permohonan kredit rakyat kecil, utamanya dari prosedurnya yang cepat dan sederhana, serta tenor pengembalian yang terbilang cukup panjang. 

“Segi pelayanan Pegadaian terbilang cepat dan manusiawi. Hanya 15 menit, itu nasabah sudah bisa membawa dana untuk digunakan. Prosedurnya tidak menyulitkan, ini dikemas menyesuaikan kondisi masyarakat kecil. Pengembalian pinjaman yang tidak dihitung bunga berbunga, dengan jangka waktu 120 hari atau 4 bulan seolah tanpa batas,” terangnya.

Berita Terkait:  Serikat Pekerja PT Pegadaian Kompak Pasang Pita Hitam di Lengan, Ada Apa?

Ketut mengatakan, tidak banyak lembaga keuangan di Indonesia yang mampu melakukan ini. Aktivitas usaha seperti ini mungkin dianggap tidak efisien, tapi komitmen sosial PT Pegadaian terhadap rakyat kecil yang membuat aktivitas ini tetap dipertahankan. 

“PT Pegadaian (Persero) adalah satu-satunya BUMN di Indonesia yang menyelenggarakan bisnis gadai. Sarana pendanaan alternatif itu telah ada sejak jaman dahulu, dari 1901, dikenal oleh masyarakat Indonesia, baik di kota-kota kecil. Sampai saat ini PT Pegadaian (Persero) sudah menunjukkan eksistensinya selama 119 tahun, dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles