Ekonom Nilai Dampak Pembebasan Pajak Mobil Baru ke Ekonomi Hanya Jangka Pendek

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor baru. Ekonom dari INDEF Andry Satrio Nugroho menilai bahwa insentif PPnBM hanya akan memberikan dampak ekonomi secara jangka pendek.

Menurut Andry, instrumen ini hanya ditujukan untuk beberapa jenis kendaraan dengan pasar yang segmented. Secara tidak langsung, insentif itu hanya ditujukan untuk beberapa merek.

“Jadi, kalau dikatakan, insentif ini hanya akan mendorong konsumsi pada tingkat short term,” ujar Andry Satrio Nugroho di Jakarta, Jumat (12/2/2021).

Proyeksi Andry, dampak insentif hanya akan berasa pada periode Maret-Mei. Sebab, dalam rencana pemerintah, insentif dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan dengan masing-masing tahap akan berlangsung selama tiga bulan.

Insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama atau Maret-Mei. Pada tahap ini, Andry memperkirakan, dampak insentif terhadap konsumsi rumah tangga akan dirasakan paling signifikan.

Dorongan pada konsumsi perlahan menurun seiring dengan berkurangnya insentif PPnBM. Pada tahap kedua atau Juni-Agustus, insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen. Tahap terakhir, periode September-November, insentif PPnBM diberikan sebesar 25 persen. Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan.

Berita Terkait:  Legislator Minta Satgas Komite TPPU Transparan Soal Transaksi Janggal Rp 349 T

Di sisi lain, Andry menambahkan, kendaraan dengan kriteria yang diberikan pemerintah cenderung menjadi konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas. Sedangkan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, mereka masih belum berani banyak berbelanja. Mereka memilih menunggu penyebaran virus melandai terlebih dahulu untuk melakukan konsumsi.

Dengan berbagai faktor ini, Andry pesimistis, insentif PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) ini akan memberikan dorongan terhadap pemulihan ekonomi seperti yang diharapkan pemerintah. “Untuk efek ke pertumbuhan ekonomi, saya rasa masih jauh. Dampaknya hanya dirasakan short term, tidak sampai satu tahun,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah berencana menurunkan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc kurang dari 1.500 untuk kategori sedan dan 4×2 secara bertahap per 1 Maret 2021. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles