9 BUMN Ini Dapat Suntikan Modal, Berapa Nilainya?

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun 2021 menganggarkan sebesar Rp42,38 triliun untuk suntikan modal pada 9 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga. Suntikan modal tersebut melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN).

“Pemberian PMN bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur permodalan BUMN,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (8/2/2021).

BUMN yang menerima suntikan modal tersebut adalah, pertama, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp 5 triliun. PMN ini akan digunakan sebagai pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan.

Kedua, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp 20 triliun. Dana ini diberikan untuk menjaga risk based capital (RBC) 120 persen suatu lembaga asuransi jiwa baru yang akan menerima polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi.

BUMN ketiga yang memperoleh PMN tahun ini ialah PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). PMN BUMN ini senilai Rp 977 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri terpadu (KIT) di Batang.

Keempat, PT Hutama Karya (HK) sebesar Rp 6,2 triliun. Dana ini akan digunakan untuk modal kerja dalam mengerjakan proyek pemerintah yakni pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk tiga ruas yakni Sigu-Banda Aceh, Kuala Tanjung-Parapat, dan Lubuk Lingga-Bengkulu.

Berita Terkait:  Jokowi Ingin Ajang Balap Mobil F1 di Gelar di Indonesia

Berikutnya, kelima, PT Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun, untuk pengembangan Pelabuhan Benoa guna mendukung program Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

Keenam, PT PAL sebesar Rp 1,28 triliun, untuk penyiapan fasilitas produksi kapal selam dan pengadaan peralatan produksinya.

Ketujuh, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 2,25 triliun, untuk penyediaan dana murah jangka panjang kepada peyalur KPR FLPP.

Kedelapan, PT LPEI senilai Rp 5 triliun untuk pengadaan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi serta penugasan khusus ekspor (national interest account).

Kesembilan, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 470 miliar, untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung penyelenggaraan KTT G20 tahun 2023 di TanaMori-Labuan Bajo.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles