Dalam Sepekan, Dana Asing Banjiri Pasar Keuangan RI

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa dalam sepekan ini dana-dana asing membanjiri pasar keuangan domestik. Berdasarkan data transaksi pada 1-5 Februari 2021, dana-dana dari investor asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik mengalir (beli neto/capital inflow) sebanyak Rp12,12 triliun.

“Mengalirnya modal asing ke pasar keuangan domestik ditopang oleh derasnya pembelian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dengan catatan inflow sebesar Rp7,91 triliun. Sementara dana asing di pasar saham juga tercatat masuk pasar domestik sebanyak Rp4,21 triliun,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (5/2/2021).

“Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp30,22 triliun,” tambah Erwin.

Premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 68,4 bps per 4 Februari 2021 dari 74,5 bps per 29 Januari 2021. CDS adalah indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN. Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

Berita Terkait:  'Harta Karun' Emas RI Diincar Raksasa Tambang AS

Namun sayang, aliran dana asing yang membanjiri pasar keuangan domestik itu tak mampu menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Mata uang Indonesia tersebut stagnan di posisi Rp14.010 per USD.

Dikutip dari data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.030 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 15 poin atau setara 0,11 persen.

Kemudian, data dari Yahoo Finance mengungkapkan bahwa rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.037 per USD. Rupiah melemah tipis empat poin atau setara 0,03 persen dari Rp14.033 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.062 per USD atau melemah 26 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.036 per USD.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Berita Terkait:  Inflasi Melanda, Warren Buffett Justru Makin Kaya

“Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles