PPP Gelar Seminar Edukasi Masyarakat Soal Vaksin Covid-19

Jakarta – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI menggelar seminar mengenai “Kebijakan vaksin serta roadmap promotive & preventive dalam penanggulangan Covid-19” di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Menurut Ketua Fraksi PPP DPR Amir Uskara, seminar ini sebagai edukasi untuk masyarakat mengenai program vaksin dalam penanggulangan Covid-19.

“Seminar ini dilaksanakan oleh Fraksi PPP melihat kondisi pandemi Covid-19 yang semakin ganas. Kami dari PPP merasa perlu untuk menyatukan pikiran narasumber sebagai bagian daripada edukasi kepada masyarakat,” ujar Amir Uskara saat membuka seminar.

Seminar ini, lanjut Amir, juga untuk mencari roadmap promotive dan preventive dalam penanggulangan Covid-19. Ini menjadi bagian upaya PPP agar pandemi Covid-19 bisa segera tertangani dengan baik.

Hadir sebagai narasumber seminar yaitu Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Dante menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar yang digelar Fraksi PPP DPR RI.

“Keterlibatan Fraksi PPP ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin. Keterlibatan kolektif ini sangat dibutuhkan,” terang Dante.

Berita Terkait:  Banyak Calon Kepala Daerah Terpapar Covid-19, Komisi II: Waspada dan Disiplin!

Ia mengatakan, vaksinasi akan memutus penularan. Seseorang telah diimunisasi, 80-90 persen terhindar dari penyakit dan tidak menularkan penyakit. Vaksin polio dan campak menjadi contoh efektifnya vaksin Covid-19.

Menurut Dante, saat ini masih terjadi stigmatisasi terhadap orang-orang yang terkena Covid-19, bahkan ada yang dijauhi oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat untuk menghilangkan stigmatisasi tersebut sangat penting.

Anggota Komisi IX DPR Anas Thahir menegaskan bahwa masalah keamanan dan kehalalan vaksin ini sudah selesai. Dengan keluarnya fatwa halal dan izin BPOM, perdebatan masalah vaksin ini harus disudahi.

“Kita mesti percaya dengan lembaga yang melakukan hal-hal seperti MUI dan BPOM. Seandainya keputusan yang dikeluarkan lembaga ini keliru, pasti dua lembaga ini bertanggungjawab,” tegas Anas.

Sementara itu, Tim Advokasi Pelaksaan Vaksinasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ardiansyah mengatakan, angka terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Menurutnya, penanganan Covid-19 masih panjang dan membutuhkan perjuangan besar.

“Kalau kita tidak bisa menekan jumlah ini, maka overload kerja-kerja di rumah sakit. Proses edukasi adalah salah satu proses penanganan dan melakukan perlawanan terhadap Covid-19,” paparnya.

Berita Terkait:  Ini Partai Politik Senayan Paling Populer di Facebook

“Tema seminar ini baik sekali. Kita harus membuat roadmape atau sistem kesehatan lebih sempurna sehingga kita bisa meminimalkan beban dan kematian di Indonesia,” pungkas Koordinator Nasional Kawan Vaksin Iswanto Idji. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles