Saudi Tutup Akses WNI, Begini Tanggapan Anggota Komisi VIII DPR

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muslich Zainal Abidin menyayangkan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang melarang masuknya WNA asal dari 20 negara termasuk Indonesia. Pelarangan tersebut diberlakukan dari tanggal 3 Februari hingga batas waktu yang belum ditentukan itu berkaitan dengan nasib jamaah umrah yang akan melaksanakan ibadah di tanah suci.

“Tentunya kita prihatin dengan adanya pelarangan tersebut karena ini terkait dengan nasib jamaah umrah kita yang akan melaksanakan ibadah di tanah suci, apalagi yang sudah dalam tahap persiapan pemberangkatan,” jelas Muslich.

Namun dirinya berharap masyarakat juga harus bisa menghargai dan mentaati keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut, apalagi karena alasan dilakukannya pelarangan tersebut adalah berkaitan masalah keselamatan dan untuk kebaikan bersama agar tidak menimbulkan masalah baru dengan semakin meningkatnya kasus varian baru Covid-19 tersebut.

“Kita dukung keputusan pemerintah Arab Saudi dengan adanya pelarangan WNA masuk Saudi untuk sementara waktu seraya mengajak kita semua untuk mengambil hikmah dari situasi ini dan berdoa semoga pandemi segera berakhir dan pelarangan tersebut dapat segera dicabut, sehingga masyarakat Islam yang sudah siap berangkat dapat segera ke tanah suci menunaikan ibadah secara lancar, aman dan khusyuk,” paparnya.

Berita Terkait:  Jadi Tempat Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini 7 Fakta Istana Merdeka

Dirinya juga mengimbau kepada Kementerian Agama RI agar senantiasa pro aktif berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk memperoleh informasi terkini setiap waktu dan menyampaikan updatenya kepada masyarakat.

“Khususnya kepada calon jamaah dan juga kepada jajaran asosiasi pelaksana perjalanan umrah di tanah air,” tutupnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: