Suharso: RUU Pemilu Sebaiknya Jangan Diubah Lagi

Jakarta‐ Revisi UU Pemilu menuai pro-kontra dari Parpol, penolakan juga muncul dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dikonfirmasi oleh Ketua Umum (PPP) Suharso Monoarfa, dia menegaskan jika partainya menolak rencana revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu.

“RUU pemilu ini sebaiknya tidak perlu kita ubah lagi. Karena hampir setiap periode pemilu itu kita terantuk pada pembahasan UU Pemilu,” kata Suharso kepada wartawan, Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Suharso mengatakan revisi UU Pemilu kali ini hanya berfokus pada permasalahan prosedural bukan substansial. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah pembahasan substansial.

“Kalau kita hanya berputar-putar di demokrasi prosedural menurut saya kurang pas,” ujarnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu pun menyoroti wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, akan banyak suara hilang jika ambang batas naik.

“Ada sekitar 11 sampai 12 juta kalau 4 persen saja tuh suara yang hilang,” katanya.

Senada, Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi juga menolak revisi UU Pemilu. Menurutnya, tak ada hal yang mendesak untuk melakukan perubahan terhadap UU Pemilu tersebut.

Berita Terkait:  Dijamin Enak, Kamu Wajib Coba Tempat Makan Soto Boyolali Ini

“Kita cek dulu persoalannya itu persoalan substansial atau teknik. Kalau persoalan manajemen teknis bisa diselesaikan melalui peraturan KPU,” ujarnya.

Draf revisi UU Pemilu saat ini masih dalam tahap penjajakan alias belum final. Baleg DPR dan pemerintah sudah menyepakati RUU Pemilu menjadi salah satu dari puluhan Prolegnas Prioritas 2021.

Draf terakhir yang disusun Komisi II DPR diketahui mengatur tentang rencana pilkada serentak selanjutnya, yakni pada 2022 dan 2023. Selain itu, ada wacana untuk meningkatkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles