Kementerian ESDM Tugaskan PT PLN Bangun 24 Ribu Stasiun Cas Mobil Listrik

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan PT PLN (Persero) membangun 24.720 unit stasiun pengisian kendaraan listrik atau mobil listrik (charging station) di seluruh Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Saat ini, Indonesia baru memiliki 100 unit charging station.

Menurut Rida Mulyana direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyebut charging station yang ada saat ini tersebar di SPBU, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, area parkir, serta rest area ruas jalan Tol.

“PLN mendapat penugasan sebagai ujung tombak penyedia infrastruktur pengisian kendaraan bermotor listrik dengan perencanaan penambahan hingga 24.720 unit untuk 10 tahun ke depan,” katanya pada Launching PLN Charge In, Jumat (29/1).

Rida juga mengatakan pihaknya tengah menyusun strategi untuk meminimalisir impor BBM. Salah satunya, dengan mendorong pertumbuhan kendaraan listrik. Targetnya akan ada 2 juta mobil listrik dan 3 juta motor listrik hingga 2030 mendatang.

Upaya tersebut diyakini bisa menekan konsumsi BBM hingga 77 ribu barel minyak per hari, sekaligus menurunkan emisi rumah kaca 7,23 juta ton CO2 equivalent.

Berita Terkait:  Jelang Banteng Ride Night and Night Run, Hasto Kisahkan Protes Megawati Kecil Soal Sepatu

Ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.

Dalam kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut percepatan peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan merupakan sebuah keniscayaan.

Ia menyebut saat ini kualitas udara di Kota Jakarta telah mencapai 129 mikrogram/meter kubik alias tidak sehat. Kandungan polusi di ibu kota tergolong salah satu yang tertinggi di dunia.

Mengacu pada ketentuan World Health Organization (WHO), ambang batas sehat yang dianjurkan adalah sebesar 25 mikrogram/meter kubik.

Sedangkan, ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yaitu sebesar 65 mikrogram/meter kubik.

“Kandungan polusi 129 kilogram/kubik ini merupakan indikasi yang perlu dicermati,” tandas Budi.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles