Bayar Rp200 Juta Tampil di TV Nasional, Bupati Dinilai Tak Sensitif

Pamekasan – Direktur Studi Riset Pengembangan Madura (SRPM) Abdul Gaffar turut mengomentari ikhwal beredarnya info Bupati Pamekasan Badrut Tamam bayar Rp200 juta ke Tv Nasional untuk jasa penyiaran.

“Ini sangat lucu dan bagian dari rekayasa prestasi. Logika dramaturgi dimainkan oleh Bupati Pamekasan lewat,” kata Abdul Gaffar di Pamekasan, Rabu (16/9/2020).

Menurut Abdul Gaffar jika info tersebut benar adanya maka “Pamekasan hebat” semakin tenggelam dan hanya menjadi jargon oposan yang penuh kepalsuan dan kedustaan.

“Logika dasarnya begini, jika ada unsur pembiayaan dalam eksplorasi prestasi seseorang, maka akan berpotensi besar kebohongan publiknya,” jelas dia.

Sementara rakyat Pamekasan hari ini sedang “sekarat” dengan harga tembakau yang tidak bersahabat. Maka, mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk pencitraan itu menunjukkan sikap yang tidak sensitif

Pengamat sosial politik IAI AL Khairat Pamekasan ini juga mengatakan bahwa sebelum tampil di panggung TV tersebut, pihak perusahaan akan mensetting bahkan ada gladi kotor dengan memunculkan yang seolah-olah prestasi.

“Berbeda jika menjadi narasumber memang diundang khusus (dibayar) oleh perusahaan tv membicarakan tentang kemampuan prestasinya,” ungkapnya.

“Mari kita tonton bersama-sama, saya kira tontonan sangat menarik karena banyak uang rakyat yang dijadikan ongkos untuk berdendang di layar,” tukas Abdul Gaffar.

Sebagai informasi, beradar informasi Bupati Pamekasan Badrut Tamam membayar salah satu televisi nasional mencapai Rp200 juta. Informasi tersebut berawal dari postingan meme di media sosial terkait tampilnya Badruttamam di TVone. Tak lama kemudian, muncul meme tambahan bahwa acara tersebut berbayar Rp200 juta yang tercantum dalam dokumen keuangan Pemkab Pamekasan.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pemkab Pamekasan Sigit Priyono, saat dimintai komentar terkait kasus tersebut dirinya mengaku sedang berada di suatu acara.

“Masih ada giat dewan masjid,” kata Sigit.(*)