Foto: radarbromo.jawapos.com

Kota Probolinggo – Sebanyak 6.000-an Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM) se-Kota Probolinggo mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemerintah pusat. Bantuan itu diberikan sebagai stimulus untuk pemulihan kondisi ekonomi karena pandemi Covid-19.

“Tidak semua UMKM yang kami ajukan mendapat bantuan modal,” ujar Kepala Bidang Usaha Mikro di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo, Robi Santoso.

Robi menjelaskan bahwa UMKM yang diajukan untuk mendapatkan BLT sebesar 6.965. Akan tetapi, yang disetujui sekitar 6.000-an UMKM.

Adapun UMKM yang tidak menerima BLT, kata Robi, memang kondisinya khusus. Yakni UMKM yang telah menerima kredit dari bank, seperti KUR.

Setiap UMKM melalui BLT ini akan mendapatkan bantuan modal senilai Rp2,4 juta. Bantuan ini akan dicairkan mulai 24 Agustus 2020 atau hari ini secara bertahap.

“Pencairannya bertahap melalui bank yang ditunjuk. Yang pertama, Senin besok ini pelaku UMKM yang memiliki rekening di BRI. Secara simbolis akan diserahkan oleh Presiden Jokowi di Jakarta,” tambahnya.

Berita Terkait:  Grab dan Good Doctor Jogja Lakukan Vaksinasi untuk Penyandang Disabilitas

Menurut Robi, Alada syarat khusus yang harus dipenuhi, yakni tidak memiliki kredit pinjaman dari perbankan maupun investasi dari pihak lain.

“Kalau syarat yang lain tidak ada. Misalnya, harus UMKM jenis usaha tertentu dengan modal usaha tertentu,” terangnya.

“UMKM yang diajukan ke Pemerintah Pusat hanya harus mengisi formulir khusus. Berisi nama, keterangan usaha, NPWP, nomor rekening bank, serta nomor ponsel yang terhubung dengan akun WhatsApp,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar