Faktor Ekonomi, Angka Perceraian di Bangkalan Meningkat Drastis

BANGKALAN – Kasus perceraian di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur meningkat drastis pada Juli 2020. Pasalnya, saat ini masih dalam situasi pandemi virus korona atau Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19). Dimana saat pandemi corona seperti saat ini masyarakat lebih banyak di rumah jika tidak ada kegiatan yang genting.

Data yang dihimpun dari Pengadilan Agama (PA) Kelas 1B Bangkalan, tingkat perceraian di Bangkalan pada masa pandemi Covid-19 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Terhitung sejak bulan januari hingga bulan juli 2019 angka perceraian sejumlah 834, sedangkan pada tahun 2020 terhitung sejak bulan januari hingga juli, sejumlah 921 angka perceraian.

Kepala Bagian Humas PA Bangkalan Moh. Rasid menyebutkan bahwa angka perceraian meningkat di tahun 2020 lantaran pandemi Covid-19.

“Ya memang benar, angka perceraian pada masa pandemi Covid-19 meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Moh Rasid menjelaskan, perceraian di Bangkalan mayoritas terjadi dikarenakan faktor perselisihan terus menerus dan faktor ekonomi. Pasangan suami istri sering berselisih paham yang mengakibatkan perceraian.

Berita Terkait:  Kalahkan Kamboja, Tim Basket Kursi Roda Putra Kembali Raih Perunggu

“Kasus perceraian mayoritas dari faktor ekonomi, dikarenakan saling berselisih paham,” katanya.

Tetapi di bulan april dan mei 2020 Moh Rasid menyatakan sempat ada penurunan angka perceraian, dan meningkat kembali di bulan juni.

“Sempat menurun di bulan april hingga mei, mungkin orang masih takut untuk keluar pada saat itu dan hanya orang yang terpaksa saja,” tandas.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles