Sri Mulyani Bela Menkes Terawan Terkait Penanganan Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Dok. Istimewa)

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pembelaan kepada Menteri Kesehatan yang dipimpin Terawan Agus Putranto yang sebelumnya di singgung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet 18 Juli lalu.

Dalam pidatonya Jokowi menyinggung soal anggaran penanganan pandemik virus corona baru (Covid-19) yang khusus untuk bidang kesehatan yang masih belum maksimal.

“Jadi dalam hal ini ada yang berpersepsi bahwa anggaran kesehatan baru cair sedikit, seolah-olah itu hanya tanggung jawab kementerian kesehatan. Sebenanrnya tidak juga,” ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Selasa (30/6).

Dari situ ia mengaskan bahwa anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang totalnya Rp 695,20 triliun telah include dengan anggaran untuk bidang kesehatan, yang besarannya hanya Rp 87,5 triliun.

Bahkan realisasinya, kata Sri Mulyani, tidak hanya berada di Kementerian Kesehatan, melainkan juga digunakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dan Daerah.

“Seperti untuk penanganan gugus tugas, pembelian APD pada tahap awal, upgrading rumah sakit, itu ada yang merupakan belanja di tempatnya gugus tugas, ada yang di tempatnya Kementerian Kesehatan,” beber Sri Mulyani.

“Ada juga yang kita berikan dalam bentuk penanganan untuk BPJS Kesehatan, sehingga mereka mampu membayar rumah sakit,” sambungnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku akan memastikan ke depannya, untuk supaya anggaran untuk penanganan Covid-19 dibidang kesehatan bisa ditelusuri kembali priorotas penggunaannya.

Sebab menurutnya, respons pemerintah terhadap pandemik Covid-19 ini akan tetap mengutamakan masalah kesehatan masyarakat, meskipun dalam perkembangannya melebar ke masalah sosial, masalah ekonomi dan keuangan, serta politik.

“Kita akan tracking, karena kalau semakin dia (anggaran) itu bisa di gunakan atau dilakukan belanja itu kepada pihak-pihak yang memang membutuhkan, untuk mengatasi ekonomi terutama bidang kesehatan itu menjadi lebih baik. Sehingga kemungkinan bisa memulihkan kondisi sosial ekonomi menjadi lebih besar,” pungkas dia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here