Parlemen Indonesia Desak AIPACODD Tegas Terapkan Aturan Pemberantasan Obat Berbahaya

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera

JAKARTA – Pimpinan Badan Kerjasama Sama Antar Parlemen (BKSAP) Indonesia, Mardani Ali Sera mendesak ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk menerapkan aturan pemberantasan obat-obatan terlarang secara tegas dalam rapat ke 3 The AIPA – Advisory Council on Dangerous Drugs (CODD) di Ha Noi, Viet Nam.

“Parlemen Indonesia mengajak anggota AIPA untuk serius menerapkan aturan pemberantasan obat-obat terlarang untuk mencapai Zona Bebas Narkoba ASEAN. Kita sedang menghadapi darurat narkoba,” kata Mardani melalui siaran persnya, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Mardani mendesak perang terhadap perdagangan narkoba ilegal dan penyalahgunaannya menjadi salah satu isu prioritas utama AIPA, “Indonesia menggaris bawahi pentingnya kerjasama dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi ancaman narkoba sebagai kejahatan internasional dalam memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya pada pertukaran pengalaman, tetapi yang paling penting pada operasi bersama dan berbagi intelijen,” ujarnya.

Selain itu Mardani juga mengungkapkan bahwa Indonesia terus mendorong kerjasama dengan ASEAN Ministerial Meeting on Drung Matters (AMMD), ASEAN Senior Official on Drug Matters (ASOD) dan berbagai mekanisme kerjasama lain, “Ini bentuk serius kami memerangi kejahatan exrta ordinary ini untuk masa depan bangsa. kami juga mengundang Negara-negara Anggota ASEAN untuk meningkatkan kerja sama kami melalui latihan bersama, pengembangan kapasitas, praktik terbaik dan berbagi intelijen di “Pusat Keunggulan Anti-Narkotika Internasional (INARCELL)” kami,” katanya.

Lebih lanjut, Meskipun wabah COVID-19 baru-baru ini telah memberikan negara dengan penyangga tambahan untuk mengantisipasi aliran obat terlarang karena kontrol perbatasan yang lebih ketat, kasus-kasus perdagangan lintas batas masih dilaporkan. “Oleh karena itu penting bagi parlemen untuk melakukan tugas parlementer mendorong diterapkan undang-undang sambil mengawasi badan-badan pemerintah yang terlibat dalam upaya pemberantasan dan penanggulangan perdagangan dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Di masa depan, Mardani berharap AIPACODD dapat terlibat lebih aktif dengan mekanisme regional yang ada. Dengan demikian memperkuat upaya ASEAN dalam memerangi perdagangan narkoba dan penyalahgunaan untuk menjadi lebih “Bersatu dan Responsif” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here