Kemenparekraf bersama Japnas dorong Investasi 10 Destinasi Wisata Super Prioritas dan Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Mengantisipasi perubahan yang sangat cepat di lingkungan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Parekraf RI aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak mempersiapkan beragam langkah Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam Seminar Nasional Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Angela Tanoesoedibjo (25/6/2020), Deputi IV KemenParekraf bidang Industri dan Investasi Fadjar Hutomo memaparkan berbagai kebijakan emerintah dan dampaknya pada potensi Investasi sektor Parekraf.

Pemerintah tengah mendorong dan melaksanakan 8 agenda besar dalam Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19, yaitu Akselerasi Investasi, Pemulihan Industri dan Perdagangan, Pendalaman Sektor Keuangan, Pemulihan Pariwisata, Penguatan Sistem Kesehatan Nasional, Perluasan Program Perlindungan Sosial, Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan SDM.

Dalam fokus jangka pendek 2021, Kementerian Parekraf terkait langsung dan bertanggung jawab pada dua area Prioritas Nasional dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial yaitu PN1 untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Berkualitas dan Berkeadilan serta PN3, Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing.

Dalam pelaksanaannya, berbagai langkah mulai dilakukan seperti reaktivasi pasar wisatawan (domestik & mancanegara), Percepatan 5 Destinasi Super Prioritas (Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Likupang) dan 5 DSP berikutnya (BTS, Wakatobi, Bangka Belitung, Raja Ampat, Morotai), pengembangan Benoa, penambahan flight seat hingga re-skilling, up-skilling dan standarisasi kualitas destinasi wisata.

Berita Terkait:  Tangkas Motor Listrik Buka Cabang Lagi di Tegal

KemenParekraf berharap sebanyak mungkin pihak khususnya komunitas-komunitas dunia usaha seperti Japnas dapat bekerjasama dalam pelaksanaan program – program tersebut. Pemahaman Japnas pada para pelaku dunia usaha sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan identifikasi dan pelaksanaan program satu data di area dunia usaha.

Ketua Harian Japnas Widiyanto Saputro menyambut baik langkah Kemenparekraf tersebut dan Jaringan Pengusaha Nasional siap bersinergi bersama. Saat ini tercatat sekitar 2000 anggota Japnas, yang masing-masing terhubung langsung pada rata-rata 20 pengusaha lain baik sebagai mitra, supplier, distributor maupun reseller. Mayoritas dari ekosistem ini sekarang bersiap menyusun dan menjalankan strategi bisnisnya kedepan dengan sangat berhati-hati dan sangat memperhatikan perubahan-perubahan kebijakan pemerintah, situasi pandemi dan peta persaingan kedepan.

“Informasi atas beragam kemudahan dari pemerintah yang disampaikan dalam acara ini seperti Bantuan Pembiayaan legalitas usaha, HKI, modal kerja dll saya yakin sangat ditunggu oleh para pelaku usaha, termasuk juga para pengusaha di Japnas. Di sisi lain, pemerintah masih mengalami kesulitan melakukan identifikasi dan pemetaan menyeluruh. Kita bisa bersinergi dan saling membantu disitu”, ujarnya.

Berita Terkait:  Ini Emiten Yang Mulai Diborong Menunggu Laporan Musim Keuangan

Seminar Jaringan Pengusaha Nasional ini merupakan kegiatan berseri yang rutin dilaksanakan Japnas, ungkap Ketua Umum Japnas Jawa Timur Moh.Supriyadi yang merupakan tuan rumah acara ini.
CEO Antar Transportasi Indonesia itu menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan bersama Kemendesa PDT, Kementerian KUKM, Kemenparekraf saat ini dan beberapa kementerian lain dalam waktu dekat diantaranya Kemenkominfo dan Kemenko Maritim dan Investasi.
Kegiatan yang sama juga dilakukan bersama kepala-kepala daerah seperti Gubernur Jawa Timur, beberapa Bupati, juga duta-duta besar negara sahabat.

Hadir dalam acara yang sama, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi juga memaparkan optimisme pemerintah untuk terus berinvestasi mengembangkan akses, infrasruktur dan destinasi wisata daerahnya. Pembangunan hotel tetap berjalan, pengembangan bandara sumenep dan penambahan frekuensi penerbangangan juga terus didorong.
Kabupaten Sumenep memiliki banyak potensi investasi pariwisata yang sangat menjanjikan seperti Gili Iyang untuk wisata kesehatan, industri kerajinan keris, batik madura dan banyak yang lainnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles