Ratusan Notaris dan PPAT DKI Jakarta, Datangi Pengadilan Negeri Jakarta

Sekelompok notaris datangi Pengadilan Jakarta Selatan. (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Sejumlah perwakilan Ikatan Notaris dan PPAT Indonesia, mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pagi pukul 09.00 WIB.

Meraka yang datang dengan berpakaian hitam-hitam untuk memberikan dukungan kepada rekan mereka yang perkaranya akan disidangkan hari ini.

Salah seorang notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, menjalani sidang dan didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan karena disangka melakukan tindak pidana pemalsuan surat pasal 266 dan atau pasal 263 KUHP.

Dakwaan tersebut sehubungan dengan peristiwa Jual Beli Tanah tahun 2009 yang dibuat oleh seorang Notaris/PPAT yang berkantor Graha Seti Jakarta Selatan.

Ketua Ikatan Notaris/PPAT DKI Jakarta, Ruli Iskandar menyebutkan, dia dan rekan-rekannya berkeyakinan bahwa penanganan perkara tersebut penuh dengan rekayasa dan diskriminatif.

“Kehadiran ratusan Notaris/PPAT yang datang dari berbagai penjuru di DKI Jakarta, membuat area pengadilan penuh berdesakan pengunjung. Bahkan, diluar pengadilan masih tampak banyak notaris/PPAT yang tidak diperbolehkan masuk karena area pengadilan penuh dan sesak,” Begitu kata Ruli Iskandar, SH., yang juga hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta selatan.

Menurut para perwakilan Notaris/PPAT Sewilayah DKI Jakarta tersebut, berkeyakinan bahwa penanganan perkara atas diri rekan mereka penuh dengan rekayasa. Diskriminatif.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk memberikan dukungan moral kepada rekan kami Stephani Maria Vianney Pangestu, agar tidak terlalu berkhawatir. Kami sangat yakin bahwa yang terjadi atas rekan kami tersebut adalah kriminalisasi,” ujarnya.

Kurniadi, sebagai Penasehat Hukum dari Terdakwa tersebut mengaku tidak tau menahu kehadiran ratusan Notaris/PPAT tersebut. Akan tetapi kehadiran rekan2 Notaris/PPAT ini diyakini akan sangat membantu suasana batin Kliennya. “Semoga klien saya menjadi lebih kuat dan tabah,” ujarnya di ruang sidang pengadilan.

Menurut Kurniadi, yang juga ditemani oleh tim Penasehat Hukum lainnya, Saiful Anam, SH, dan Raden Asmoro Wening, SH, agenda sidang hari ini adalah Eksepsi atau tangkisan dari pihaknya selaku Penasehat Hukum terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Kurniadi menilai, dakwaan Jaksa Penuntut Umum banyak mengandung cacat, baik formiil dan materiil.

“Dokumen Berkas Perkara yang dijadikan dasar pembuatan dakwaan, jelas menggambarkan adanya rekayasa. Ada oknum di luar hukum yang mempengaruhi penanganan perkara,” tandas dia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here