Basarah Ungkap Cita-cita Bung Karno Jadikan Pancasila Sebagai Ideologi Dunia

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Basarah mengatakan Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) ingin Pancasila menjadi ideologi dunia.

Cara Bung Karno mewujudkan tujuannya adalah dengan mengenalkan nilai-nilai keluhuran Pancasila dibandingkan ideologi lainnya, dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 30 September 1960 berjudul ‘Membangun Dunia Kembali’ (To Build The World Anew).

“Bung Karno mengatakan bahwa dari Indonesia, lahir sesuatu yang berbeda yang tidak mengimami atau mengikuti dua ideologi yang diungkapkan filsuf Inggris Betrand Russell (Komunisme dan Liberalisme/Kapitalisme). Dia lebih tinggi. Sesuatu yang lahir dari saripatinya kebudayaan bangsa Indonesia. Kepribadiannya bangsa Indonesia itu, kata Soekarno, jauh lebih sesuai, jauh lebih cocok, sesuatu itu yang kami berikan nama Pancasila,” kata Basarah, saat mengisi web seminar Hari Lahir Pancasila yang ditayangkan di akun Youtube Kementerian PANRB, Senin (8/6/2020) dikutip dari ANTARA.

Lebih lanjut, Basarah menjelaskan, jika dibandingkan dengan ideologi khilafah, Pancasila juga lebih cocok dengan bangsa Indonesia. Hal itu dikarenakan Pancasila memiliki sila Persatuan Indonesia.

Berita Terkait:  Bertemu Ketua DPR AS di Roma, Puan Undang Langsung Hadiri P20 di RI Tahun Depan

Di dalam ideologi khilafah ala Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ ISIS), kata Basarah, tidak mengakui adanya wilayah teritorial suatu negara bangsa. Khilafah juga tidak mengakui nasionalisme suatu bangsa, karena ingin membentuk satu pan-nasionalisme yang dipimpin oleh seorang khalifah.

“Bangsa Indonesia patut bersyukur, karena Pancasila memiliki sila Persatuan Indonesia. Jika dari Pulau Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote bersatu, bangsa Indonesia dengan identitas ke-Indonesiaan tanpa membedakan apa sukunya, apa agamanya, apa etnisnya, dan lain sebagainya,” kata Basarah lagi.

Pancasila yang diakui merupakan konsensus yang telah disepakati oleh pendiri negara dengan menghapus tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta yakni ‘… dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. Ketujuh kata itu mengikuti kata ‘Ketuhanan Yang Maha Esa.

Konsensus itu pula yang mewujudkan Persatuan Indonesia hingga sekarang.

Selain itu, Pancasila memiliki sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Adanya sila itu dipandang Basarah telah membuat ideologi Pancasila lebih tinggi daripada ideologi Liberalisme/Kapitalisme karena dalam Liberalisme/Kapitalisme, ekonomi dikuasai oleh kaum pemilik modal.

Berita Terkait:  Megawati: 2021 Tahun Ekonomi Kreatif, Anak Muda Jangan Takut Berkreasi

Ketinggian derajat nilai yang dimiliki bangsa Indonesia dalam Pancasila itu yang ingin diperkenalkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno.(*)
​​​

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles