KNPI Kritik Anggaran Covid-19 Rp405 Triliun Tak Sentuh Sektor Pendidikan

JAKARTA – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama mengkritik anggara anggaran pemerintah dalam penanggulangan wabah Covid-19 yang mencapai Rp405 triliun yang tidak ada alokasi untuk dunia pendidikan.

Pasalnya kata Haris, banyak peserta didik termasuk mahasiswa yang menjadi korban dari ganasnya virus corona atau Covid-19 tersebut.

“Kami sangat menyayangkan alokasi untuk pendidikan tidak ada. Banyak temen-temen mahasiswa yang tidak sanggup lagi membayar kuliah, karena orang tuanya terdampak covid,” kata Ketua Umum KNPI, Haris Pertama dalam keterangan persnya, Rabu (3/6/2020).

Haris juga menuding bahwa pihak kampus tidak peduli terhadap nasib mahasiswa. “Mahasiswa tetap harus membayar uang semester maupun uang sekolah. Harusnya pemerintah peduli terhadap dunia pendidikan,” imbuhnya.

Untuk itu, Haris meminta Presiden Joko Widodo dan menteri pendidikan merevisi anggaran Covid-19 dengan mengalokasikan untuk pendidikan.

“Pepatah mengatakan pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Nah bagaimana Indonesia mau maju, jika pemerintah abai akan dunia pendidikan,” kritik Haris.

Diketahu pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp405 triliun untuk penanganan virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi nasional. Tambahan dana dalam APBN 2020 tersebut dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan Rp75 triliun, perlindungan sosial Rp110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR) Rp70,1 triliun, dan pemulihan ekonomi nasional Rp150 triliun.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles