PPP: Salah Ambil Kebijakan akan Buat Ekonomi Indonesia Makin Terpuruk

JAKARTA – Politisi PPP Syaifullah Tamliha meminta pemerintah hati-hati dalam memilih kebijakan ekonomi di tengah pademi Covid 19. Jika salah pilih kebijakan, Indonesia bukan malah bangkit, tapi terpuruk lebih dalam.

“Salah satu kebijakan yang berpotensi memberikan dampak buruk adalah adanya wacana Bank Indonesia untuk mencetak uang dalam jumlah besar yaitu Rp 600 triliun. Saya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, mewanti-wanti pemerintah agar tidak terburu-buru mencetak uang dalam jumlah besar, sebab ini sangat berbahaya bagi perekonomian nasional,” ujar politisi asal Kalimantan Selatan tersebut kepada media, Selasa (19/5/2020)

Anggota Badan Anggaran DPR itu menyebut bahwa pencetakan uang yang berlebihan tanpa underlying berpotensi munculnya krisis ekonomi baru, hiper inflasi yang parah, seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan tahun 1965.

“Pada tahun 1965, pencetakan uang juga bertujuan menyelamatkan ekonomi yang tengah terpuruk, namun hal itu malah menyebabkan hiperinflasi yang sangat parah yang ujungnya berakibat kepada kejatuhan Seokarno. Hal ini harus dihindari,” pinta Syaifullah.

Berita Terkait:  SIWO PWI dan Jurnalis Kemenpora Gelar Kegiatan Menyambut Haornas 2022

Salah satu alternatif kebijakan yang bisa dipilih untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia di tengah pademi Covid 19 ini adalah dengan memberikan stimulus dalam bentuk modal kerja bagi UMKM, karena UMKM terbukti menjadi garda terdepan dalam meningkatkan konsumsi domestik di dalam negeri.  Pemerintah juga bisa memberikan pelatihan penjualan barang secara online bagi UMKM.

“Stimulus dan pelatihan ini akan membuat UMKM bisa tetap bertahan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka bisa tetap berproduksi dan memasarkan barangnya dari rumah ke rumah. Dengan cara itu pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan baik, dan ekonomi Indonesia tidak semakin terpuruk jauh,” pungkas Syaifullah.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles