Anggota DPR RI : Jangan Ada Dispensasi Bagi yang Tak Berhak Pakai Transportasi Selama Pandemik

Jakarta – Anggota Komisi V DPR, Muhamad Aras, meminta Menhub Budi Karya Sumadi melakukan evaluasi terhadap kebijakan dibukanya kembali operasional moda transportasi selama wabah virus corona. Dia berharap Kemenhub tak memberikan dispensasi terhadap pihak tertentu yang tak diperbolehkan dalam kebijakan tersebut.

“Kami harapkan bagaimana kementerian lakukan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan pembukaan ini dengan perhatian protokol kesehatan penanganan COVID, kemudian kita berharap tidak ada dispensasi kepada yang tidak berhak gunakan transportasi umum,” kata Aras dalam rapat virtual, Senin (11/5).

Aras pun menuturkan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan kebijakan moda transportasi agar berjalan baik. Dia juga meminta agar Kemenhub konsisten dalam membuat kebijakan transportasi dan tak terdapat perubahan lagi.

“Menhub jadi sorotan publik hari ini dengan kebijakan yang dikeluarkan kita harapkan Menhub konsisten lakukan seluruh tugas dan tanggungjawab dalam hal atasi COVID. Terkait dengan dibukanya kembali transportasi tentu ini jadi perhatian dan kami terus pantau apa yang terjadi di lapangan,” ucap dia dikutip dari Kumparan.

Berita Terkait:  Legislator PPP Beli Ternak Warga untuk Hewan Kurban

Terlebih, kata dia, diperkirakan bulan Mei-Agustus terdapat 34 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan kembali ke Indonesia karena masa kontrak mereka habis. Untuk itu, pemerintah juga harus mempersiapkan rapid test di bandara demo mengantisipasi virus corona.

“Diperkirakan antara Mei-Agustus banyak TKI yang kontrak berakhir mereka akan kembali ke Indonesia kurang lebih 34 ribu ini jadi perhatian serius agar mereka bisa dilakukan pengawasan yang ketat sehingga tidak bawa virus yang akan bahayakan kita physical distancing harus dilakukan rapid test bandara harus disiapkan,” ucapnya.

Aras menuturkan pemerintah juga harus mempersiapkan tempat karantina khusus untuk mengantisipasi adanya PMI yang mungkin terjangkit virus corona.

“Siapkan tempat karantina bagi mereka karena tentu kit pastikan mereka datang di bandara tidak diterlantarkan begitu saja di bandara pada saat ditemukan terjadi penularan COVID,” pungkas dia. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles