Meneguhkan Spirit Kebangkitan Ekonomi Umat, Pemuda Islam Gelar Muktamar

KANALBERITA.CO Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Syafruddin membuka Muktamar Pemuda Islam yang diikuti lebih dari 15 organisasi kepemudaan Islam.

Muktamar Pemuda Islam dengan mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Kebangkitan Ekonomi Umat”. Acara ini diikuti lebih dari 15 organisasi kepemudaan Islam diantaranya, PB HMI, PP KAMMI, DPP IMM, HIMA PERSIS, PP GPII, PMI SI, JPRMI, Pemuda PUI, DPP SEMMI, DPP PRIMA DMI, PB PII, Pemuda PERSIS, dan lainnya

Dalam sambutannya Syafruddin berharap lewat agenda ini para muda-mudi Islam bisa bersinergi membawa berbagai kemajuan bagi bangsa. Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

dalam acara ini juga turut dihadiri Ketua PP DMI bidang Kominfo Rudiantara, dan mantan Menteri Perdagangan M Lutfi.

Syafruddin mengapresiasi digelarnya muktamar ini. Dia hadir mewakili Ketua UMUM PP DMI Jusuf Kalla (JK) yang berhalangan hadir.

“saya menyampaikan salam takzim dari Ketua Umum Dewan Masjid sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia di mana kurang lebih satu bulan lalu saya dengan para ketua dan para sekjen menghadap beliau yaitu di Istana, untuk menyampaikan niat seluruh pemuda Islam untuk mengadakan muktamar atau kongres. Dan beliau menyambut baik, sehubungan dengan suatu hal baliau akan membuka, tapi diwakilkan, ucapnya.

Berita Terkait:  Legislator Dorong Kejagung Terapkan Restorative Justice Pada Kasus Asuransi Swasta

Syafruddin mengatakan, pemuda Islam punya kekuatan besar. Potensinya harus dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk entrepreneurship. Tentunya yang berlandaskan spirit ukhuwah Islamiyah.

“Pemuda Islam adalah generasi yang selalu berkontribusi dan berpikir positif demi kemajuan bangsa dan negara mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing untuk menjawab tantangan. Kita harus terus memperkuat konsolidasi dan kebangsaan untuk kembali melahirkan kekuatan peradaban Islam pernah berjaya baik pada masa Rasulullah maupun setelahnya,” sambungnya.

lebih lanjut Syafruddin mengatakan, para pemuda Islam harus bisa mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi dunia. Sehingga nantinya tidak tertinggal dengan pemuda dari bangsa-bangsa lain. Namun demikian, ini harus dibarengi dengan peningkatan ilmu agama.

“Tentu kita mengajak untuk memanfaat teknologi dengan cerdas dan selalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tidak terpengaruh terlena, generasi muda Islam merupakan the golden ways mendasari kemajuan teknologi dengan ilmu agama sehingga terbebas dari segala angkuhan manusia. Kita menyadari bahwa secanggih apapun teknologi yang diciptakan manusia, Allah SWT jua lah akan mengembalikan seperti kehidupan sedia kala. mari kita tingkatkan ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah watonniyyah, dan ukhuwah insaniyyah untuk menjaga toleransi antar umat, menciptakan kedamaian abadi, mewujudkan Islam yang rahnatan lil alamin,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Ini Cara Daftar Mudik Gratis BUMN, Ada 65.603 Kuota

“Kami yang tua-tua menaruh harapan besar kepada seluruh pemuda Islam, tidak memandang apapun organisasinya. syukur alhamdulillah kepada Anda semua tidak memandang organisasi tapi satu adalah pemuda Islam untuk bisa menjadi garda terdepan membentengi bangsa ini dengan menjadi pemuda yang mencintai kedamaian dan serta solid dalam berbagai hal positif. Perhatian dan dukungan kepada seluruh generasi muda kami curahkan sepenuhnya sebagai wujud kepedulian terhadap tumbuh-kembangnya pemuda Islam sebagai generasi penerus kepemimpinan bangsa ini di masa yang akan datang,” ucapnya lagi.

mantan Wakapolri ini mengaku senang pemuda Islam solid ditunjukkan dengan terlaksananya muktamar ini. Menurutnya, itu adalah cerminan bahwa bangsa Indonesia solid. Dia berharap muktamar ini adalah awal untuk nantinya terus berkembang dan menghasilkan karya-karya nyata bagi bangsa.

“Pertemuan ini jangan hanya seremonial, menandatangani komitmen bersama, macem-macem, hanya di atas kertas. Tapi hati dan pikiran harus tetap bersatu. Paling tidak Anda semua secara rutin harus bertemu, berkumpul. Apapun namanya, perkumpulannya, mau presidium kek, mau persatuan kek, mau apa kek, silakan. Insyaaallah kami yang tua-tua mendampingi terutama kami pengurus,” ujarnya.

Berita Terkait:  Kakeibo, 4 Tips Menabung Ala Jepang

“Insyaaallah kita akan menyediakan tempat untum tempat bertemunya para pemuda Islam untuk bisa mungkin semacam ada kantor presidium bersama atau mau rapat-rapat bersama supaya tidak pinjam-pinjam seperti ini, nyewa-nyewa dan bisa dilajukan di Masjid Istiqlal karena Masjid Istiqlal sedang direnovasi dalam 8 bulan ke depan itu juga bisa. Dan kemanapun juga bisa. Paling tidak saya mengatakan, jangan berhenti sampai di sini. Harus terus lakukan pertemuan ini,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles