Muncul Garbi, PKS Berpotensi Tenggelam

KANALBERITA.CO – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) semakin progesif dan terus mendeklarasikan kepengurusan di sejumlah daerah, sejak awal tahun lalu organisasi yang diinisiasi oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ini, telah memiliki 24 lebih kepengurusan di daerah dan yang terakhir baru terbentuk di Jakarta.

Belum lama ini, Mantan Presiden PKS Anis Matta pada (3 Maret 2019) mendeklarasikan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Jakarta. Sejumlah tokoh politik dan nasional, antara lain; Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, anggota DPR Mahfudz Siddiq, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Anggota DPR Fraksi PAN Eko Patrio Purnomo dan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Taufik mengahadiri deklarasi yang dilaksanakan di Epicentrum Walk, Kuningan Jakarta Selatan tersebut.

Ketua Harian GARBI Hidayat Matnoer dalam sambutannya Garbi dideklarasikan untuk memantapkan langkah mendukung keberadaan NKRI.

“GARBI tidak mendukung kelompok-kelompok yang membenci GARBI. GARBI tidak mendukung mereka yang eksklusif dan mereka yang mencintai NKRI setengah-setengah. GARBI solid mencintai NKRI,” kata Hidayat, Minggu (3/3/2019).

Berita Terkait:  Waketum PAN: Partainya di BPN Hanya Sampai Pilpres

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang juga inisiator GARBI pernah mengatakan, GARBI menjadi tanda akhir dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fahri mengatakan GARBI lahir dari konflik internal di dalam PKS.

Fahri menegaskan, sebagai partai politik, PKS tidak bersikap demokratis. “Partai ini kan bukan milik satu orang. Ini kan partai milik semua. Enggak bisa pake tangan besi seolah-olah nasib orang bisa ditentukan,” kata Fahri di gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/ 2018).

Menurut Fahri, GARBI menjadi wadah bagi kader-kader PKS, terutama anak muda, yang merasa tidak cocok dengan kultur PKS. Fahri memandang kader-kader ini adalah mereka yang merasa pendapatnya tidak dihiraukan.

Tidak hanya itu, Fahri juga mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan nantinya GARBI bisa berubah menjadi partai politik.

“Enggak (jadi parpol) nanti itulah nanti. Kita mau ada Pemilu kita enggak mungkin ikut pemilu orang enggak ada calegnya. Jadi kita silaturahim aja dahulu memperkenalkan diri ini loh kita dan seterusnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Berita Terkait:  GMPI: Penundaan Pemilu 2024 Munculkan Persoalan Lebih Kompleks

Senada dengan Fahri, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai GARBI yang digagas Anis Cs memang sengaja disiapkan untuk menjadi sebuah partai politik baru. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles