Senin 26 Agustus 2019

Soal Pertumbuhan Ekonomi, Luhut Sindir Balik Prabowo

Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan

KANALBERITA.CO -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyindir balik calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto, terkait pernyataannya soal pertumbuhan ekonomi. Luhut menegaskan pertumbuhan ekonomi saat ini adalah capaian bagus di tengah penurunan harga komoditas dan gejolak global.

"Jadi kalau ada yang bilang 'pertumbuhan ekonomi 5 persen bagus itu ndasmu,' ya yang ngomong itu yang ndasmu," katanya, Senin (8/4/2019).

Menurut Luhut, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tertahan di kisaran lima persen disebabkan oleh kondisi ekonomi global. Selain itu, ini juga merupakan dampak dari upaya Presiden Joko Widodo yang tengah mendorong pertumbuhan wilayah Indonesia Timur melalui infrastruktur dan kebijakan BBM satu harga.

"Ini salah satu yang berakibat ekonomi kita 5 persen di samping global ekonomi, kita masih tertahan. Tapi 6 persen growth (pertumbuhan ekonomi) itu bukan hal yang susah," paparnya.

Ia pun menyebut prestasi pemerintah dalam menjaga perekonomian sudah banyak diapresiasi oleh berbagai lembaga internasional. Bukan hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia, Data Moneter Internasional (IMF), dan Word Economic Forum juga memuji keberhasilan pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut tingkat kemiskinan Indonesia berhasil ditekan menjadi 9,66 persen pada September 2018. Ini merupakan rekor terendah tingkat kemiskinan sejak krisis moneter 1998.

"Jadi kalau ada orang bilang di pidatonya, kita susah, susahnya di mana?" ungkap dia.

Ia pun  menyanggah pernyataan Prabowo yang menyebut Ibu Pertiwi sedang 'diperkosa' mengacu pada kondisi sumber kekayaan alam dan hak rakyat yang dirampas  Menurut dia, seluruh indikator makro ekonomi mencerminkan kondisi yang baik.

"Jadi kalau orang bilang ibu pertiwi diperkosa, mungkin diperkosa dia kan. Ini yang Anda lihat semua data-data yang kami ambil bukan data sembarang," katanya Senin (8/4).

Prabowo dalam orasi politiknya pada pekan lalu menyindir pemerintah kerap membanggakan pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen. Padahal, menurut dia, pertumbuhan ekonomi itu tak pernah dirasakan masyarakat.

"Elite sana itu kalau ngomong ekonomi bagus, pertumbuhan bagus, terus harus pakai logat asing gitu ngomongnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah lima persen. Lima persen ndasmu," ujar Prabowo. 

Home Nasional Ekonomi Hukum Life Daerah Indeks
© Copyright 2018, all right reserved. www.kanalberita.co