Senin 23 September 2019

KPK: Politisi Golkar Menerima Sejumlah Uang untuk "Serangan Fajar"

Bowo Sidik Pangarso

KANALBERITA.CO Politisi Golkar Bowo Sidik Pangarso diduga menerima uang tersebut untuk digunakan pada hari pencoblosan Pemilu 2019 mendatang sebagai “Serangan Fajar”. Kebetulan Tersangka mencalonkan lagi sebagai anggota DPR RI Dapil  Jawa Tengah II dari Fraksi Partai Golkar. 

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konfrensi persnya mengatakan kalau  Tim Satgas  KPK berhasil mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan puluhan ribu yang telah dimasukkan ke dalam ?amplop-amplop pada 84 kardus," saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Selain menerima suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia dari Politisi Golkar ini  juga diduga telah menerima dan mengumpulkan uang dari sejumlah pihak lain untuk serangan fajar. 

“Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK  berhasil, menyita uang sejumlah Rp 8 Miliar dalam bentuk pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang dimasukkan kedalam 400 ribu amplop,” ungkapnya.

Disamping itu Ia juga  memaparkan kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia ingin  kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik untuk distribusikan pupuk menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Bowo  Untuk merealisasikan hal ini, PT Humpuss minta bantuan Bowo Sidik Pangarso selaku pemilik PT Inersia.

KPK Juga menetapkan Indung, Indung adalah anak buah Bowo di PT Inersia, selain itu KPK juga mengamankan Asty Winasti Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia yang diduga memberi suap.

Perbuatan Bowo Sidik dan Indung jerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP

Home Nasional Ekonomi Hukum Life Daerah Indeks
© Copyright 2018, all right reserved. www.kanalberita.co