Senin 23 September 2019

Kerusuhan Papua, Ketum KOHATI HMI Malang Desak Kapolres dan Dandim Kota Malang Mundur

KANALBERITRA.CO Ketua Umum Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Malang Esha Wahdania meminta Kapolres Kota Malang dan Dandim Kota Malang sebaiknya mundur dari jabatannya, hal ini disebabkan karena sudah tidak bisa menjaga kondusifitas Kota Malang.

Menurutnya Kapolres dan Dandim Kota Malang telah gagal menjaga kondusifitas  kota Malang. Kejadian 15 agustus lalu adalah bukti bahwa Kapolres dan Dandim tidak bisa menjaga Kota Malang sebagai kota pendidikan,bermartabat, kondusif dan berbudaya.

“Kami meminta Kapolres dan Dandim Kota Malang bertanggung jawab atas kejadian ini, dan kami juga meminta kepada Kapolri dan PanglimaTNI untuk mengevaluasi Kapolres dan Dandim tersebut”, ucap Esha, Selasa (20/8/2019).

Perempauan Asal Bima ini menuturkan selama ini Malang di kenal sebagai kota pendidikan, kota yang bermartabat. Namun dengan terjadinya diskriminasi pada saudara kita mahasiswa papua menunjukkan kalau Kota Malang sudah bukan Kota Kondusif dan pendidikan, kota Malang tidak layak  menyandang sebagai kota pendidikan.

"Rasisme yang terjadi di Malang menyebabkan situasi nasional tidak kondusif, merembet kemana-mana, kekisruhan terjadi  di tanah Papua, pembakaran, tawuran, pemblokiran jalan. Itu semua adalah wujud dari kekecewaan masyarakat papua atas kejadian yang terjadi di Malang, ujar Esha.

“ Sebagai Kota Pendidikan hal yang demikian tidak perlu terjadi di Kota Malang, Malang harus menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain, dimana kebebesan berserikat dan berpendapat harus dijunjung tinggi, tidak boleh ada diskriminasi dan intimidasi kepada siapapun termasuk kepada saudara kita mahasiswa papua”, tambah Esha.

Esha juga menuturkan kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi khususnya di Malang, cukup kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih mempererat persaudaraan diantara kita, bagaimanapun persatuan kesatuan adalah yang utama sebagai bangsa dan negara.

“ Papua adalah kita, kita adalah papua, kita semua bersaudara, jika satu yang tersakiti maka kita sakit semua”, tutup Esha. 

Home Nasional Ekonomi Hukum Life Daerah Indeks
© Copyright 2018, all right reserved. www.kanalberita.co