Senin 26 Agustus 2019

Arif Budimanta Sebut Pertumbuhan Ekonomi Perlu Diapresiasi

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta

KANALBERITA.CO -  Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5% bukanlah suatu hal yang mudah karena diperlukan perencanaan, penggorganisasian dan keras secara kolektif yang baik dan terukur.

"Pertumbuhan ekonomi 5% patut diapresiasi, apalagi mengingat ke belakang pertumbuhan kita dulu memang pernah di atas 5%, akan tetapi terus melemah hingga 2015 karena efek turunan dari krisis yang terjadi pada 2008," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (8/4/2019)

Diketahui, pertumbuhan ekonomi yang berada di sekitar 5% merupakan capaian yang baik di tengah tren pelemahan pertumbuhan ekonomi akibat dari krisis 2008. Sejak 2011-2015, tren pertumbuhan ekonomi nasional terus melemah dan perlahan mulai membaik hingga pada kondisi saat ini.

Arif menjelaskan, selain karena berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dari kondisi yang melemah, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5% juga merupakan kondisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan negara besar lainnya. Arif mencontohkan, ketika pertumbuhan Indonesia di atas 6%, pertumbuhan ekonomi mitra dagang terbesar Indonesia, yakni China tumbuh double digit.

"Tapi sekarang bisa dilihat, ketika pertumbuhan kita 5%, pertumbuhan ekonomi China justru turun sekitar 30% menjadi 5-6%, yang artinya Indonesia lebih baik," ucapnya.

Dengan begitu, sambungnya, Indonesia masih memiliki peluang lebih besar untuk dapat tumbuh lebih tinggi lagi Kita masih lebih baik, dengan semakin baiknya infrastruktur ekonomi dan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk menjalankan redistribusi aset dan kebijakan keadilan ekonomi. Pemerintah pun juga terus melakukan kebijakan keadilan ekonomi antara lain melalui program Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Program Sembako Murah, dan Kartu Pra Kerja.

"Redistribusi aset itu adalah operasionalisasi dari mandat konstitusi untuk menjadikan Indonesia adil makmur dan terbebas dari kemiskinan. Hal ini juga dibuktikan dengan data yang mana sejak 2015 angka kemiskinan menunjukkan tren yang menurun, sehingga pertumbuhan ekonomi berkualitas tidak hanya sekadar capaian angka," jelas Arif.

Arif menuturkan penurunan kemiskinan hingga di bawah 10% tidak terjadi begitu saja, akan tetapi merupakan hasil dari intervensi kebijakan yang benar. Kondisi tersebut juga diikuti dengan gini rasio yang semakin rendah dan angka pengangguran yang semakin menurun. "Kita pernah tumbuh di atas 5%, bahkan di atas 6% tetapi ketimpangan meningkat," katanya.

Meskipun demikian, pemerintah terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui ekspor dan investasi. Keduanya menjadi fokus pemerintah hingga saat ini melalui berbagai kebijakan yang telah ditempuh dan diharapkan dapat berimplikasi pada terciptanya lapangan kerja yang lebih luas lagi.

"Pak Jokowi sejak awal menyatakan kunci pertumbuhan ekonomi ada di ekspor dan investasi. Oleh karena itu misi-misi dagang kita harus lebih aktif, duta-duta besar juga harus mengedepankan diplomasi ekonomi agar ekspor nasional semakin baik dan memberi kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi," terangnya. 

Home Nasional Ekonomi Hukum Life Daerah Indeks
© Copyright 2018, all right reserved. www.kanalberita.co