DPR Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Physical Distancing

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Anas Thahir menilai sosialisasi physical distancing yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona ini belum sepenuhnya efektif dan harus diakui kesadaraan masyarakat pada pandemik tersebut masih sangat rendah.

“Masih banyak kita jumpai kerumunan orang di warung-warung, di cafe, di tempat-tempat nongkrong bahkan di jalan-jalan masih banyak kerumunan yang sama sekali tidak memperhatikan pentingnya physical ditancing, bahkan tidak dilengkapi dengan alat pengaman yang cukup seperti masker. Ini sangat berbahaya sekaligus dapat memperluas sebaran virus,” jelasnya.

Dikatakannya, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan pemerintah selama ini masih belum sepenuhnya efektif. Oleh karena itu, di hari-hari ke depan sosialisasi harus digalakkan dengan melibatkan struktur pemerintahan paling bawah seperti RT, RW, Puskesmas, posyandu.

“Mereka harus dibekali pemahaman yang cukup sehingga tahu betul apa yang harus dilakukan untuk secara bersama-sama bergerak dan bersatu melawan corona. Pemerintah juga perlu bersikap lebih tegas kepada siapapun yang membandel dan mengabaikan himbauan aparat,” kata Anas.

Menurut ia, sosialisasi kordinatif dengan pihak rumah sakit dan petugas medis juga masih lemah. Masih banyak Rumah sakit dan petugas medis di daerah yang belum tahu apa tugasnya.

“Sehingga masih kita temukan ODP yang merasa disampingkan oleh pihak Rumah sakit sehingga tidak bisa mendapat pelayanan cepat,” paparnya.

Hal lain, kata Anas, perlu ada percepatan distribusi APD, masker dan obat-obatan untuk segera sampai ke daerah-daerah bahkan sampai ke desa, agar masyarakat tidak dilanda ketegangan yang berkepanjangan. Harga-harga penjualan masker, handsanitizer, alkohol scoret dan kebutuhan kesehatan lain tidak boleh dibiarkan bergerak liar tak terkendali seperti saat ini.

“Pemerintah harus mengawasi secara ketat dan memberikan sangsi yang sepadan bagi setiap pelanggaran yang dilakukan pengusaha alkes dan obat-obatan, sehingga beban masyarakat tidak dibiarkan semakin berat. Namun, terlepas dari itu kita juga perlu apresiasi langkah pemerintah dalam satu-dua hari terakhir yang telah melakukan langkah-langkah penting dalam menghadapi coronavirus berupa distribusi APD, obat-obatan dan rapid tes di beberapa daerah.” pungkasnya. (epl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here